"Mencari Sahabat Sejati "Hanya di 08157789906
Mencari Sahabat Sejati Lakukan SMS PADA TEMAN TEMAN anda /di .08157789906
Sering kita melupakan jaringan teman2 kita, terutama teman2 lama yang jarang lagi kita tegur sapa. Kesibukan telah melarutkan kita pada perjalanan hidup dengan menghadapi apa saja yang datang didepan kita. Jarang lagi kita memikirkan hal2 diluar kebiasaan kita.
Jaringan teman kita kebanyakan terdiri dari teman yang jarang kita tegur sapa lagi. Teman yang hanya kita temui sekali atau dua kali dalam setahun dan tidak cukup untuk menjangkaunya.Strategi yang dapat kita lakukan adalah pengiriman SMS secara masal kepada semua kontak kita yang ada di handphone kita. Saya coba biasakan meminta nomor handphone kepada teman baru kita dan langsung memasukkan nomornya ke handphone.
Pada hari Lebaran, Natal, Tahun Baru, saya coba kirimkan SMS kepada teman2 semua. Buat SMS yang menarik sebisa kita, jangan memakai tulisan umum atau memforward dari SMS teman. Sebuah originalitas di SMS itu akan mengingatkan orang akan kita.Kirim kesemua kontak teman2, 100 sms minimal, lebih tentu lebih baik. Saya coba mengirim 100an sms pada Lebaran tahun lalu, dan menghabiskan sehari untuk kontak kontak SMS dengan teman2 lama dan baru yang membalas SMS saya.
Bila ada balasan dari orang yang tidak pernah kita kontak selama tiga bulan terakhir, saya kirim lagi sebuah atau dua SMS untuk menceritakan diri saya atau menanyakan keadaannya. Kirimkan kepada teman sekerja, pada supplier, customers, sanak family, sahabat jauh, orang yang baru kita kenal dikereta api/pesawat, ataupun teman SD/SMP/SMA/Universitas kita dulu yang masih diketahui nomornya.Kita butuhkan network (teman) sejak dulu, sekarang dan dimasa yang akan datang. Persahabatan (network) harus kita jaga dan pelihara. SMS adalah salah satu strategi mudah yang dapat kita lakukan.
"INILAH AKU"....Karena Hidupku Bukan Tujuanmu
Saya beruntung tumbuh dari keluarga yang menganut paham betapa pentingnya modal pendidikan untuk masa depan. Sejak kecil, saya dididik dengan keras, dihidupkan dalam suasana kompetisi untuk menjadi yang terbaik di kelas, sekolah, kecamatan, bahkan kalau perlu kabupaten dan tingkat provinsi. Mimpi yang ambisius, tetapi orang memang perlu ambisi untuk melangkah ke tingkat yang lebih baik.
Saya sendiri sadar betul, tidak ada yang bisa saya “jual” kecuali otak sebagai modal satu-satunya. Orang tua saya adalah pegawai negeri yang tidak mungkin memberi modal materi untuk memiliki sebuah bisnis besar (misalnya toko bangunan atau showroom mobil). Jadi alat satu-satunya untuk bertahan hidup di masa depan adalah mengasah otak setajam-tajamnya, kalau perlu pisau cukur pun kalah tajam.
Orang sering melihat hanya di kulit permukaan yang glamour saja tanpa mau melihat di dalamnya. Banyak orang yang bilang dengan enteng kalau pandai itu sudah bawaan dari lahir, anak kalau otaknya tidak encer, sulit untuk menjadi juara kelas. Kata-kata yang cukup menyakitkan.
Saya percaya, bakat atau DNA kepandaian itu memang berperan, tapi sebagian besar tetap ditentukan oleh kerja keras. Saya merasa tidak menyesal telah kehilangan masa apa yang disebut orang sebagai masa yang paling indah itu: SMA. Masa untuk berhura-hura, pacaran, dsb. Saya memilih peran menjadi anak yang kalau di sinetron sering digambarkan sebagai anak yang culun, berkacamata tebal, dan dianggap tidak gaul. Syukurnya, saya masih tidak berkacamata dan banyak teman yang mau berteman dengan saya.
Saya lebih memilih untuk ikut aturan main sistem pendidikan yang ada daripada menyalah-nyalahkan sistem pendidikan yang katanya kacau itu. Mengetahui kalau Ebtanas dan SPMB adalah satu-satunya komponen yang paling menentukan masa depan, mulai kelas 2 SMA, saya sudah menyiapkan diri. Berangkat ke sekolah pagi, selesai jam sekolah jam setengah 2 siang langsung ke bimbingan belajar sampai jam
Berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri — dengan jurusan yang diminati, adalah prestasi dan anugerah yang tidak terkira. Bagaimanapun juga, biaya PTN relatif lebih murah daripada PTS, dan bisa belajar bersama dengan orang-orang pandai dari seluruh pelosok negeri adalah keuntungan tersendiri. Karakter Anda sedikit banyak akan dipengaruhi oleh lingkungan yang cenderung baik. Masuk ke dunia kerja pun akan relatif lebih mudah, selain reputasi nama PTN yang tidak diragukan lagi.
Saya tahu, Ibu saya telah berhasil menumbuhkan kesadaran pentingnya pendidikan sejak dini. Adalah maha penting bisa mendapatkan nilai ujian di sekolah dengan rata-rata 9.

Grobogan Terbebas dari Pageblug ...baca disinim Oleh .Mr Blogger ,Rahadi Agus Prihanto
MENATAP zaman edan yang begitu menyengsarakan sendi-sendi kehidupan rakyat, hidup serba tidak menentu, semuanya serba sulit menentukan sikap, serta tidak ada fundamen keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang benar dan kokoh, sebenarnya sudah diantisipasi nenek moyang kita jauh hari sebelum hal itu terjadi. Orang-orang yang Waskita ”wong kang limpad ing budi” (orang-orang yang mampu membaca tanda jaman).Salah satu alternatif dari sumbangan orang Jawa menghadapi jaman edan ialah membaca ”Kidung Rumekso Ing Wengi”(KRIW), yang merupakan karya Sunan Kalijaga sehabis sembahyang malam, kidung ini sudah terkenal di wilayah Nusantara dan sering dilantunkan di pedesaan pada pertunjukkan ketoprak, wayang kulit dll atau peronda di malam hari yang sunyi. Bait yang utama dari KRIW itu sangat dikenal karena berisi mantra tolak balak, sedangkan bait selanjutnya yang berjumlah delapan jarang dinyanyikan karena dianggap terlalu panjang.Laku kidung ini mengingatkan manusia agar mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga terhindar dari kutukan dan malapetaka yang lebih dahsyat. Dengan demikian kita dituntut untuk senantiasa berbakti, beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Sedangkan fungsi kidung secara eksplisit tersurat dalam kalimat kidung itu, yang antara lain; Penolak balak di malam hari, seperti teluh, santet, duduk, ngama, maling, penggawe ala dan semua malapetaka. Pembebas semua benda . Pemyembuh penyakit, termasuk gila. Pembebas pageblug. Pemercepat jodoh bagi perawan tua. Menang dalam perang . Memperlancar cita-cita luhur dan mulia.
Kidung Rumeksa Ing Wengi
Ana kidung rumekso ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahi kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
niwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirno
Sakehing lara pan samya bali
Sakeh ngama pan sami mirunda
Welas asih pandulune
Sakehing braja luput
Kadi kapuk tibaning wesi
Sakehing wisa tawa
Sato galak tutut
Kayu aeng lemah sangar
Songing landhak guwaning
Wong lemah miring
Myang pakiponing merak
Pagupakaning warak sakalir
Nadyan arca myang segara asat
Temahan rahayu kabeh
Apan sarira ayu
Ingideran kang widadari
Rineksa malaekat
Lan sagung pra rasul
Pinayungan ing Hyang Suksma
Ati Adam utekku baginda Esis
Pangucapku ya Musa
Napasku nabi Ngisa linuwih
Nabi Yakup pamiryarsaningwang
Dawud suwaraku mangke
Nabi brahim nyawaku
Nabi Sleman kasekten mami
Nabi Yusuf rupeng wang
Edris ing rambutku
Baginda Ngali kuliting wang
Abubakar getih daging Ngumar singgih
Balung baginda ngusman
Sumsumingsun Patimah linuwih
Siti aminah bayuning angga
Ayup ing ususku mangke
Nabi Nuh ing jejantung
Nabi Yunus ing otot mami
Netraku ya Muhamad
Pamuluku Rasul
Pinayungan Adam Kawa
Sampun pepak sakathahe para nabi
Dadya sarira tunggal
Terjemahan dalam bahasa
PROGRAM ASRSIB MASUK DESA BELUM MIKIR SARANA PRASARANA
Kamis Pukul 09.30 WIB (19/3) wakil Gubernur jawa tengah Rustriningsih beserta beberapa Staf Gubernur Jawa tengah Drs Hari Handono yang menjabat sebagai Kepala Badan Arsip dan perpustakaan Jawa- Tengah menghadiri Pendopo Kabupaten Grobogan untuk memberikan pencanangan sosialisasi Program Arsip masuk desa yang akan di laksanakan pada 8575 desa seluruh desa sejawa – tengah.Kabupaten Grobogan yang memiliki 273 desa dan 7 kelurahan ini akan diadakan program arsip desa untuk pemantauan kinerja Kades,sehingga tidak lagi adanya kekurangan informasi dan komunikasi,Program arsip masuk desa dalam pendataan kekayaan desa dari sector potensi pertanian sehingga dapat menumbuh kembangkan pemberdayaan perpustakaan desa berbasis masyarakat.
Dalam sambutanya Rustiningsih Wakil Gubernur Jawa tengah mengatakan,”Pada tahun 2009 ini kita juga dapat mengoptimalkan tenaga pngelolaan yang diambil dari karang taruna sehingga minat baca dari warga Grobogan semakin meningkat,Program program ini juga akan dibuatkan ruang untuk arsip desa dengan dibantu oleh pemuda karang taruna yang memiliki bakat dan potensi,hal ini juga sudah di gerakkan di Propinsi bahwa ada 116 Sekdes di beri bimbingan dan pelatihan untuk meningkatkan program arsib masuk desa secara terpadu,bintek ini yang nantinya akan segera di susul dimasing masing desa sebanyak 8575 desa dan bersamaan dengan kepala kelurahan yang lainya.sehingga untuk tahun 2009 sampai 20011 Bintek dari 2.365 desa akan bisa selesai.”Tegasnya
Tertib administrasi desa harus dilakukan menyeluruh hal ini untuk mencegah adanya pelanggaran yang sifatnya administratif maupun tidakan pidana untuk segera dilaporkan di Lembaga kearsipan Negara,Tertib administrasi desa seperti APBDES dalam penyusunan harus mengacu pada aturan aturan pemerintahan sesuai dengan anggaran dasar dan Kwota,Penerimaan dan pergantian perangakat desa ataupun BPD ,kades diharapkan netral dan jujur,jangan sampai ada kepentingan pribadi sehingga membuat suasana tidak nyaman dan akan masuk keranah pelanggaran hukum.
Menurut Drs Hari Handono Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Jawa-Tengah mengatakan.”agar program arsip masuk desa ini dapat dilaksanakan menyeleruh agar masyarakat di perdesaan juga dapat menikmati ilmu pengetahuan dan meningkatkan cara berpikir aktiv secara terbuka transparan,Pragram pemberdayaan berbasis masyarakat ini dapat membentuk manusia yang cerdas dalam meningkatkan minat membaca dan menulis.”katanya
Acara dilanjutkan dengan Tanya jawab yang diberikan waktu 10 menit dengan dua orang kepala desa dan satu orang camat.Sementara Kades Karang anyar Sutarno mengharapkan ,agar C Desa yang sudah hancur karena iklim cuaca agar di buatkan fasilitas yang nyaman agar tida mudah rusak,dan sesuai dengan aturan perundang undangan untuk blangko KTP maupun akte kelahiran dapat disesuaikan dengan prosedur yang benar karena dilapangan terdapat kertas yang sama namun harga yang berbeda.
Sementara Kades Jati pohon Eny Endarwati juga berharap dengan adanya arsip masuk desa ada kontribusi serta fasilitas yang mendukung.
Camat Gubug Drs Mat Suberi dalam acara ini menyampaikan agar dalam sosialisasi arsip masuk desa juga harus memiliki bahan yang jelas,karena penggunaan bidang tertentu dan aktifitas ke masyarakat sehingga bahan yang diberikan oleh kepala desa juga dapat dibaca dirumah dan mengenai pada arah dan tujuan,dan pada saat seperti ini kita juga harus melihat suasana ,karena Kabupaten Grobogan sudah mengalami Devisit untuk kedepan anggaran dari Propinsi perlu dilipatgandakan,semua memiliki kepentingan bahkan arsip juga penting namun harus selalu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai semoga bantuan 5 juta dapat ditingkatkan untuk membangun saran dan prasarana .”tegas Mat Suberi.Selesai pukul 12.00 WIB Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih bersama dengan rombongan meninggalkan Kabupaten Grobogan.
“Petani Harus Makin Kritis”
Untuk mewujudkan obsesi Kab. Grobogan menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Jawa Tengah, berbagai upaya terus dilakukan. Meningkatkan hasil produksi komoditas pangan menjadi andalan, untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus penyangga pangan. Demikian dikatakan, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH), Ir. Moch Sumarsono.” dalam upaya meningkatkan produksi komoditas pangan setidaknya perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut. Pertama pemilihan benih menjadi faktor penentu berhasil tidaknya hasil panen nantinya. Menurutnya, petani saat ini semakin kritis. ”Petani sudah semakin meningkat kesadarannya untuk mrnggunakan benih bermutu tinggi,” jelasnya.Selanjutnya pengendalian Serangan
Fungsi Jratun Seluna Antisipasi Banjir Belum Memadai
Grobogan Metro Realita Penanganan normalisasi Aliran Sungai Jeratun Seluna (Jragung, Tuntang, Serang, Lusi dan Juwana) dibahas oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jawa Tengah dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab. Grobogan, melibatkan 12 Pemerintah Kabupaten yang dilintasi aliran Sungai Jeratun Seluna, Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Penjaringan Aspirasi penanganan normalisasi aliran Sungai Jeratun Seluna di Kab. Grobogan. Menurut Asisten II Pemkab Grobogan Pangkat Joko Widodo,SH,MM, normalisasi Jratun Seluna adalah tanggung jawab semua daerah yang dilintasi DAS (daerah aliran sungai) bukan hanya tanggung jawab satu daerah saja. Penanganan sungai harus terintegrasi dan terkoordinasi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Jangan sampai program satu daerah bertentangan dengan daerah lain, Jika semua daerah mempunyai acuan yang sama, maka diharapkan program penanganan akan berjalan lancar, 12 daerah DAS Jeratun Seluna meliputi Kabupaten Grobogan, Temanggung, Boyolali, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kota Semarang, Demak, Kudus, Pati, Blora, Jepara dan Rembang.Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya akan mendesak pihak terkait agar segera melakukan peninggian tanggul dan normalisasi aliran sungai yang terjadi pendangkalan, sepanjang DAS Jratun Seluna juga harus ditanam dengan berbagai pohon-pohon keras. Selain bisa membantu kesedian air di musim kemarau, pohon-pohon keras itu juga membantu menguatkan tanggul sungai, sehingga tanggul sungai dapat berfungsi maksimal, terang Pangkat. Hal senada juga diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup Grobogan Ir. Edhie Sudaryanto. Ia mencontohkan, ketika Pemkab Grobogan hendak melakukan pengerukan sungai, maka daerah lain yang berada di DAS Jratun Seluna juga melakukan hal serupa. Jangan sampai tanggul yang satu kuat, tapi yang lain tidak. (Gus Murgan)
Jalan Menuju Gobogan Km 4 Pati Menelan Korban
Banyak pengguna jalan antara getas pendowo ke Grobogan mengeluhkan kondisi jalan di kawasan Jalannya jelek, banyak lubang menganga,bahkan proyek propinsi yang baru saja selesai pekerjaanya ini sudah hancur dan menganga ables ke kali Sente Jangkungharjo.Pekerjaan cor jalan yang belum berakhir masa pemeliharaanya ini nampak hancur berlobang dan nampaknya semakin hari makin parah, Menurut Sutomo anggota LSM Info-Kom .”Seharusnya pemborong tersebut memberi contoh yang baik ,dengan menampakan pekerjaanya yang lebih berkualitas jangan asal selesai dan pergi begitu saja,bayangkan jarak antara Pertigaan getasrejo sampai Grobogan ini merupakan jalur Bus penghubung Antar Kota Kudus dan Pati seharusnya ditata dengan baik. "Harusnya pemda Grobogan setempat memperhatikan sarana pendukung di jalan ini, khususnya jalan di Getasrejo,Ds Temon ,Ds Jangkungharjo sampai di Ds Ngabenrejo.Bisa dibayangkan jalan yang hanya berjarak 5 kilo saja belum dapat terpikirkan hal ini juga akan menambah jumlah kecelakaan yang makin hari juga meningkat,lebih ironis lagi bagi para pengguna jalan ini akan sampai ke Grobogan bisa menghabiskan waktu.” kata Sutomo. Jika sarana penunjang seperti jalan serta tata letak pedagang dibenahi, menurut Sutomo, wisatawan bakal nyaman berkunjung ke obyek wisata pemandian Gunung Jatipohon.Keluhan hampir serupa datang dari Mirwansyah, Pengguna jalan lainnya dari Grobogan,yang sudah lama bekerja di Jakarta sebagai Kuli bangunan Ia pun mengaku terkejut ketika melihat jalan di Jangkungharjo ini. "Saya sudah
BTL GADUNGAN MERESAHKAN WARGA GROBOGAN
Masih saja ada warga Grobogan yang bisa tertipu karena ulah BTL Gadungan yang meresahkan warga,Justru dalam peristiwa ini warga hanya dikambing hitamkan oleh BTL Gadungan seperti yang telah dikatakan oleh pelaku saat sudah tertangkap.” Kalau sudah menyala sehari berarti warga juga turut bersalah ikut menikmati dari hasil kejahatan pencurian listrik”.Kenyataan yang terjadi di Kecamatan Karangrayung,bukanya menagkap dan menjebloskanya kepenjara pelaku atau oknum yang mengatas namakan BTL tersebut justru warga yang tertipu dan telah kehilangan hartanya selalu di pojokan.Melihat hal ini dalam benak warga juga mengatakan bukankah BTL itu juga sebagai mitra kerja dari PLN ? ,lalu mengapa harus dibiarkan dan tidak diberi sangsi atau dicabut ijin operasinya ?
Penipuan berkedok pemasangan listrik langsung nyala dengan harga murah yang dilakukan BTL hingga saat ini pelakunya berhasil ditangkap Polisi atas kejadian inilah justru PLN harus segera mengadakan sosialisasi tentang tata cara dan tata tertip pemasangan listrik sehingga PLN selalu memihak terhadap warga yang sudah dirugikan berupa materi (uang sebesar masing masing Rp 2.300.000,-).atas kejadian tersebut Warga meminta agar pihak PLN seharusnya tanggap dalam permasalahan ini dan segera melaporkan BTL nakal ke Polisi lalu segera mengamankan barang bukti hasil kejahatan berupa meteran tersebut untuk segera diamankan ke Kepolisian terdekat.
Untuk menghidari kemarahan warga yang sudah dirugikan kepala desa Kusno memfasilitasi bertemunya kedua pihak yang berada di lokasi Balai Desa Sendangharjo Kecamatan Karangrayung.Setelah warga berkumpul namun yang didapat hanya harapan saja,bukanya uang yang sudah diberikan itu dikembalikan namun akan dibayar oleh pelaku dengan cara di angsur setelah tanahnya pelaku terjual.
Atas maraknya pemasangan listrik liar ini ,hingga petugas PLN berkoordinasi dengan kepala desa dan berembug sesuai musyawarah mufakat dibalai desa Sendangharjo (06/3) untuk mencopot meteran yang sudah dipasang oleh BTL Gadungan.Namun hasil dilapangan belum memihak kepada warga bahkan warga hanya seharian duduk dibalai desa belum mendapatkan kepastian jawaban yang jelas.”saya takut urusan dengan polisi kok mas yang penting uang saya dikembalikan saja secepatnya,karena BTL itu juga omong kalau saya nanti juga ikut dihukum,”Kata Darmin yang sudah kehilangan uangya.
Meski menyala baru sehari warga ikut menikmati hasil dari kejahatan yang dilakukan oleh BTL Gadungan.
Padahal listrik menjadi kebutuhan yang sangat penting setiap saat warga Karangrayung. Tak hanya bagi masyarakat
Keterbatasan pasokan meteran dan daya dari travo kerap dikeluhkan warga. Belakangan, warga pun dihimbau untuk berhemat, seiring dengan keterbatasan pasokan listrik.Di tengah dilema meningkatnya pelanggan listrik di Kecamatan Karangrayung juga pemakaian listrik yang makin bertambah kini masyarakat pun mulai diresahkan dengan ulah BTL Gadungan dengan melakukan pencurian listrik,bahkan pemasangan listrik baru secara illegal yang diujung-ujungnya penipuan.
Kenyataan Pahit Ini seperti dialami sejumlah warga di Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan pukul 09.30.WIB (6/3) tahun 2009.Pagi itu saat para ibu rumah tangga larut dalam kesibukannya, mereka dikagetkan dengan kehadiran petugas PLN yang berseragam resmi.Warga lainnya yang juga didatangi tak bisa berbuat banyak saat petugas tersebut langsung melepas kabel-kabel dan meteran yang menempel dirumah milik warga Kecamatan Karangrayung. Usai mecopoti kabel yang baru terpasang sehari itu, petugas PLN ini pun pamit.yang mengatakan bahwa segala urusan agar dapat diselesaikan dengan musyawarah dibalai desa Sendangharjo.
Namun sampai di balai desa tersebut kepala desa Kusno (43) kenyataanya justru tidak membawa keputusan yang serius karena 16 korban yang sudah menyetor uangnya kepada pelaku Aris sesuai musyawarah akan diganti dengan jaminan sertifikat milik orang tuanya,dan itupun akan dibayar setelah serifikat dan rumah sudah laku.Saat dibalai desa 16 warga yang merasa jengkel terhadap petugas BTL Gadungan tersebut sehingga warga menginginkan agar uangya segera dikembalikan atau pelaku segera ditangkap saja.Karena belum mememukan keputusan namun Pelaku Aris segera di gelandang dan diamankan di Polsek Karangrayung.”Kapolsek Karangrayung saat di hubungi metro Realita,membenarkan kejadian ini bahkan pihaknya akan segera memanggil Aris CS bersama dengan oknum BTL Gadungan lainya.
Kronologis kejadian
Penipuan pemasangan listrik langsung nyala ini di motori oleh Aris Sunaryo(30)Bin Karyo Lamijan Warga dukuh Karangwuni Rt 03 Rw 09 Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan.Aris yang dikenal oleh warga saat itu adalah bekerja sebagai BTL yang bertugas di cilacap.Karena sama satu daerah di satu kecamatan inilah hingga aris sudah berhasil membujuk warga dengan cara tipu dayanya untuk pemasangan listrik langgsung nyala.Hingga pada akhirnya baru sehari menyala 16 rumah korban disegel oleh PLN dan meteran diamankan di Polsek Setempat.16 orang yang yang sudah kehilangan uangya terdiri dari warga Dkh Gunung tugel ,Dkh Pengkol ,Dkh Pojok ,dan Juwangi ,mereka bersama sama menuntut agar uangnya masing masing Rp 2.300.000,- agar segera dikembalikan dan pelakunya BTL Gadungan segera di jebloskan ke penjara.
Hal sama yang dialami oleh Marmi Bin Duryadi (26)Warga Desa Gunung Tugel Rt 05 Rw 03 Kecamatan Karang Rayung,baru 1 hari listriknya menyala harus berurusan dengan petugas PLN UPJ Purwodadi yang telah membongkar meteranya yang baru terpasang sehari.”saya ikhlas meteran dibawa asal uang saya dikembalikan dan menangkap BTL yang telah menipu saya,!kata Marmi
Berikut gambar Petugas PLN saat membongkar meteran dan kabel listrik rumah warga.
16 ,Korban adalah ,Siswoyo ,Narto ,Rusdi ,Rukanti ,Parji ,Tardi ,Nyami ,Tarno ,Marni ,Yono ,Marmin ,Tutik ,Marmi bin duryadi ,Rudi ,mbah Bari ,Prapto ,Dasiyem.Mulanya warga dijanjikan oleh pelaku Aris Sunaryo bersama dengan temanya BTL Iman Hadi Sucipto yang mengaku warga Dukuh Senulan Desa Kalimacan Kecamatan Kali Jambe untuk pemasangan listrik langsung nyala,namun setelah meteran baru dipasang pelaku langsung meminta uang tunai kepada warga dengan jumlah masing masing A Rp 3,200.000,-dan barang bukti tersebut adalah BTL memberi Kwitansi yang tercantum pada Gambar dengan nominal uang yang tanpa dibubuhi oleh Stampel perusahaan BTL maupun CV yang mengerjakan.Namun kenyataan dilapangan setelah Meteran terpasang di rumah Marmi Bin Duryadi sehari kemudian petugas PLN datang dengan mobil L-300 membongkar paksa meteran yang sudah terpasang pada rumah warga.
Menurut korban Marmi bin Duryadi Kepada Kabar
Pimpinan PLN UPJ Purwodadi Sayoga saat dikonfirmasi mengatakan,Hal ini jelas sudah melanggar tugas tugas BTL lain yang benar benar beroperasi,da bila mana terbukti BTL yang sudah meresahkan masyarakat ini akan segera di cabut ijin operasinya .”Tegas Sayogo (gus murgan)
Hartono Ketua Paguyupan BTL Purwodadi (HARUS ADA SIOP)
Ketua Paguyupan BTL UPJ Purwodadi Hartono mengatakan sampai saat ini anggotanya sekitar 100 cv yang menangani pemasangan Listrik dan itupun sudah emiliki SIOP surat ijin beropperasi,bagi BTL yang belum memiliki SIOP tidak akan diberikan SIOP tersebut,dan bila ada terjadi pelanggaran di lapangan maka SIOP akan segera di cabut oleh pihak PLN yang mengeluarkan ijin tersebut.Meski Melalui perwakilan bila tidak memiliki surat surat resmi maka cv tersebut tidak boleh beroperasi karena bila hal ini ada yang masih saja melanggar akan mendapat sangsi berupa jeratan hukum.Selaku ketua BTL UPJ Purwodadi Hartono juga akan segera mereduksi kejahatan kejahatan yang mengatasnamakan BTL dengan menggunakan kedok BTL sehingga digunakan untuk melakukan penyimpangan.Menumbuh kembangkan kepercayaan masyarakat terhadap BTL yang resmi tentang adanya kejadian yang dilakukan BTL Gadungan dengan cara menipu konsumen calon pemasangan listrik lalu kabur setelah mengambil uang itu saya anggap sudah meresahkan warga Grobogan,dan kejahatan yang berkedok BTL ini harus segera ditangkap .”jelas Hartono
PELAYANAN PDAM BURUK ,TARIF NAIK RAKYAT TERCEKIK
Anggota LSM Info-Kom Sutomo mengatakan sebaiknya pihak perusahaan daerah air minum (PDAM) untuk tidak mengambil keuntungan dalam penjualan air kepada masyarakat.Keinginan Warga Grobogan harga air bersih yang dijual PDAM pada masyarakat adalah harga yang paling rendah dari harga penjualan air dikabupaten lainnya.”PDAM itu tidak usah mengambil keuntungan, dan dalam menentukan tarif harus sesuai dengan biaya operasional yang dikeluarkan temasuk dengan gaji para karyawannya sendiri. Masyarakat atau pelaggan hanya mengantikan biaya operasional dari PDAM itu sendiri. “Tarif yang dikeluarkan PDAM itu hanya untuk mengantikan biaya operasional, jadi tidak ada mengambil keuntungan disitu,”pada pihak PDAM untuk segera memperbaiki saluran atau jaringan air bersih tersebut agar kebutuhan air bagi masyarakat bisa terpenuhi. Seperti halnya air bersih untuk masyarakat desa Temon Kecamatan Brati dulu ada air dari PDAM namun sekarang ratusan meteran mangkrak dan tak berfungsi bahkan alasanya pipa jaman jepangnya bocor ,berkarat yang saat ini masih sering menyebabkan macet.” Saya sudah minta pada PDAM dan berkordinasi dengan dinas PU untuk segera menyelesaikan masalah air bersih di desa Temon,Demangan ,Ngabenrejo ,Jangkungharjo untuk segera memfungsikankan kembali saluran PDAM ini, karena air itu sangat dibutuhkan masyaakat,” tegas Tomo
Pasokan air bersih yang disalurkan PDAM dari menara air simpang
Warga Desa Temon Kecamatan Brati dan desa di sekitarnya sangat memerlukan air bersih, namun yang tersalur melalui pipa PDAM hanya angin,sedangkan airnya tidak pernah sampai,warga harus mencari sumber air bersih lain untuk memenuhi kebutuhannya.seperti pembuatan resapan saat musim kering ,membuat sumur dan tendon air.Meteran PDAM yang sudah dibeli masyarakat dengan harga yang mahal tersebut sampai saat ini mangkrak hal tersebut juga membuat kecewa penduduk desa Temon ,pihak PDAM mestinya harus lebih mengutamakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat akan air bersih Sebagai pengelola air minum juga dapat membuat skala prioritas dalam memberikan pelayanan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kalau masih menanggung utang–utang-utang teruuus menerus yang perlu di perbaiki adalah bukan menaikan harga tariff pelanggan yang sasaranya membebani masyarakat namun bila perlu rubah pengurusanya bila perlu diganti ,karena alasan ini lebih tepat disampaikan suatu aksi reaksi dimana sudah beraksi belum juga mnutup utang bertahun tahun menjabat ya harus segera di rubah bla perlu dig anti secepatnya.PDAM Grobogan seharusnya lebih Professional dalam menjalankan unit usaha daerah ini,seperti tagihan retribusi sampah yang setiap harinya ditarik oleh PDAM. Seharusnya dikelola oleh DKP atau Cipta karya yang menangani masalah tersebut.
Dengan adanya menumpuknya utang beban terkait dengan pengelolaan PDAM sebesar Rp 6,3 Miliard seharusnya jangan libatkan rakyat untuk menanggung dengan cara menaikan tarif ,Tingginya operasional perusahaan yang dipaparkan oleh Pimpinan PDAM Mulyadi saat menyampaikan laporan keadaan PDAM beberapa waktu lalu harus diimbangi kinerja professional dalam memberi pelayanan masyarakat di kota maupun perdesaan dengan menimbang ,solusi apa yang harus diberikan bagi meteran yang bertahun tahun sudah mangkrak ,dan kecamatan Brati khusus di desa temon dan sekitarnya bila musim kering susah mendapatkan air hal ini perlu dijawab dengan tegas.
Bila beban kenaikan tariff PDAM dibebankan kepada rakyat tentunya akan membuat kecewa ,apalagi sampai saat ini embaga control sosia ,pers ,wartawan belum mendengar adanya sosialisasi kenaikan harga ,dengan cara mendadak dan tiba tiba kebijakan itu akan membuat permasalahan di Kabupaten Grobogan ,menurut agus (36)warga banaran Rt 1/22 Purwodadi ,Jangan hanya memberi harapan saja bila PDAM ingin memberi pelayanan yang baik seperti pengelolaan air baku yang bahanya didatangkan dari luar negeri dengan harga yang tinggi mengkuti fluktuasi ,namun warga hanya butuh agar air PDAM di Grobogan haruslah memenuhi syarat untuk dikonsumsi sebagai air minum bukan untuk air mandi ,masalah kebersihan disini air PDAM bila musim kemarau bercampur ledhut ,kotor bahkan nampak warnanya kehitaman ,PDAM harus memikirkan sistim penyaringan air agar setelah bersih dapat di supply ke pelanggan ,menghidupkan kembali meteran yang mangkrak bertahun tahun tidak terpakai dengan alasan pipa jaman belanda bocor jadi seharusnya PDAM lebih memikirkan Pelayanan dahulu ketimbang Full Cost Recovery kenaikan harga yang ujungnya membebani masyarakat.”kata Agus
Drs H Soepomo Wakil Ketua DPRD Kabupaten Grobogan saat ditemui Metro Realita di ruang kerjanya membenarkan ,”seharusnya tariff PDAM dibuat lebih rendah dan produksi air lebih ditingkatkan sehingga dapat berfungsi sebagai air yang layak untuk di minum ,harapan saya agar di setiap Kabupaten Grobogan dapat disaluri air dari PDAM hingga merata jangan hanya sepotong sepotong bahkan yang sudah berfungsipun sekarang banyak yang terbengkelai ,maka manfaakan dan kembalikan fungsinya hal ini juga akan membantu pelayanan masyarakat bila hanya naik per meter kubik Rp 1.700 yang awalnya tiap kubig hanya Rp 800 ini harus menimbang dengan fasilitas yang ada seperti Pipa pipa air yang sudah tua berkarat bagaimana bisa mnecukupi kebutuhan rakyat banyak jadi PDAM harus meningkatkan Kuwalitas yang baru .”Tegas Soepomo (Gus Murgan)
Pemkab Grobogan Lakukan Survey Dua Pelayanan Publik
Pemerintah Kabupaten Grobogan telah membentuk tim survey pelayanan publik. Tim beranggotakan SKPD terkait dan beberapa unsur masyarakat melakukan survey pelayanan masyarakat selama 15 hari. Dimulai dari tanggal 15 dan berakhir pada 30 Juni 2009.
Data yang diperoleh Radar News, dari Bagian Organisasi dan Kepegawaian Setda Grobogan, belum lama ini, menjelaskan bahwa, Survey pelayanan publik kali ini baru pada dua unit pelayanan, sedang lainnya menyusul. Masing-masing RSUD Dr. Soedjati Purwodadi yang mendapat 24 aduan dan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu memperoleh 27 jenis aduan dari masyarakat.
Survey terhadap dua unit pelayanan publik tersebut, Tim terdiri dua unit pelayanan,masing-masing unit 5 orang. Dengan komposisi : 2 x 4 orang dari unsur pengguna pelayanan yaitu tokoh masyarakat, Akademis, tokoh agama dan LSM., serta 2 x 1 orang dari pegawai 2 unit. Lokasi survey pada 19 kecamatan se-Kabupaten Grobogan.
Hasil survey dari RSUD Dr.Soedjati, dengan 24 jenis pelayanan mendapat 3.279 responden dari target 3.000 responden. Menunjukkan aduan terbanyak dan menduduki rengking 1) Petugas kurang ramah 1.709 responden, 2) Kebersihan Lingkungan Kurang tercatat 1.665 responden, 3) Pelayanan di loket obat lama 1.595 responden, dan lainnya no 24) terendah pada hasil laboratorium kurang akurat terdapat 379 respnden.
Adapun hasil survey pada Badan Pelayanan Perijinan dengan 34 jenis pelayanan memperoleh 1.178 responden dari target 1.200 responden menempati rengking 1) biaya perijinan mahal 367 responden, 2) petugas kurang ramah 222 responden, 3) persyaratan perijinan terlalu banyak 139 responden, dan responden paling rendah ,34) ditarik biaya cetak /administrasi (ssukarela) sebanyak 7 responden.
Hasil survey itu, kedua unit pelayanan Publik tersebut sebagai berikut
Pemkab Grobogan Dan LAN Adakan Loka Karya Mekanisme Penyebab Pengaduan Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Grobogan dan LAN (Lembaga Administrasi Negara ) Jakarta dan GTZ dari Jerman mengadakan kerja sama peningkatan pelayanan publik, dalam Loka Karya Mekanisme Penyebab Pengaduan Masyarakat, yang berlangsung Gedung Riptaloka Jalan Gatot Subroto 6 Purwodadi, Selasa (14/7).
Loka Karya yang dilanjutkan dengan penandatangan (MOU) masing-masing dilakukan oleh Bupati Grobogan H. Bambang Pujdiono, SH dan Kepala PKP 2 A (Pusat Kajian Penddidikan dan Pelatihan Aparatur) LAN I Jakarta, Drs. Gering Supriyadi,MM. Hadir dalam acara loka karya tersebut, Ketua DPRD, Muspida, para Assisten, Kepala SKPD terkait , Tim Fasilitator SFGG dari LAN Jakarta, dan undangan.
Dalam kesempata itu, Bupati H.Bambang Pudjiono, SH menjelaskan bahwa, situasi kondusif daerah sangat penting. Karena merupakan prasyarat bagi terlaksanya tugas-tugas pemerintahaan dan pembangunan, secara lebih berdaya guna dan berhasil guna.
Terlebih pada suasana menjelang dan pasca Pilpres, dimana terdapat adanya perbedaan dukungan dan pilihan sering kali dapat menimbulkan friksi dan ketidakharmonisan. Saatnya kita menunjukkan kedewasaan, berdemokrasi secara sehat dan bermatabat.
Disisi lain dikatakan, dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, mengamanatkan bahwa. Otonomi daerah diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu dapat dicapai melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peranserta masyarakat. Itulah sebabnya Pemerintah Kabupaten Grobogan bekerja sama dengan LAN (Lembaga Administrasi Negara Jakarta dan GTZ Jerman, ingin mewujudkan semua itu.
Dengan menggunakan metode “Manual Praktis” bagi peningkatan kualitas pelayanan publik melalui partisipasi masyarakat, merupakan bukti akan keseriusan dan kesungguhan akan kometmen tersebut. Meskipun kerja kali ini, baru pada dua Unit pelayanan, akan tetapi itu merupakan icon penting. Karena menyangkut dua sentra pelayanan umum masyarakay di daerah.
Masing-masing pelayanan di bidang kesehatan dan berbagai jenis pelayanan perijinan. Semua itu, dimaksudkan sebagai langkah strategis yang mampu memberikan efek dan dampak positif bagi peningkatan pelayanan pada bidang-bidang lainnya. Kali ini sudah sampai pada langkah ke tiga dari empat langkah penting penerapan metode “Manual Praktis” yakni Loka Karya Analisis Masalah Penyebab Pengaduan Masyarakat.
Pada tahap ini masyarakat banyak berjasa memberikan masukan melalui berbagai saran dan aduan kepada unit pemberi pelayanan. Dalam loka karya ini, diharapkan proaktif melakukan analisis berbagai masalah penyebab pengaduan tersebut, secara jernih, obyektif, sehingga mampu mengurai dan menemukan akar permasalahan, serta faktor-faktor penyebabnya secara benar.
“Hal itu agar di cari solusi dan langkah-langkah jitu dan diambil, sebagai bahan rekomendasi perbaikan dan pelayanan janji pelayanan yang akan dilaksnakan, “katanya..
Ketua Penyelenggara Drs. H. Sri Mulyadi, MM menjelaskan, bahwa, Loka Karya Analisis Penyebab Pengaduan Masyarakat yang berlangsung tanggal 14 dan 15 Juli 2009 ini diikuti oleh 100 peserta. Mereka berasal dari SKPD Kabupaten Grobogan sebanyak 80 orang, dan 20 peserta dari masyarakat pengguna pelayanan. Loka karya tersebut merupakan tindak lanjut dari survey ke masyarakat pengguna pelayanan selama 15 hari, dari tanggal 15 s.d 30 Juli 2009. Tim survey meliputi tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, Akademika, dan unsur unit pelayanan.
Kegiatan loka karya tersebut mempunyai maksud dan tujuan.. Maksudnya untuk mengetahui dan menemukan akar masalah sebagai faktor penyebab terjadinya pengaduan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh sebuah unit pelayanan. Sedang tujuannya, untuk menemukan dan mendapatkan solusi terbaik yang tepat, untuk mencegah danmengatasi berbagai kekurangan masalah yang ada, sebagai bahan rekomendasi dan pernyataan janji pelayanan yang akan dilakukan oleh unit pelayanan. (Murgan)
RSU DR RADEN SOEDJATI GROBOGAN
| Hasil SURVEY RSUD Dr.RADEN SOEDJATI GROBOGAN TAHUN 2009 Petugas Kurang Ramah | ||
| Jumlah |
1709 | |
| | Kebersihan Lingkungan Kurang | |
| |
1709 | |
| Pelayanan Loket Obat Lama | ||
|
1595 | ||
| Ruang Tunggu Panas dan Kurang Nyaman | ||
|
1564 | ||
| Pembayaran Dikasir Lama | ||
|
1400 | ||
| Penanganan Pasien Lama | ||
|
1390 | ||
| Petugas tidak disiplin | |
|
122 | |
| Pasien Askes Dan Jamkesmas Kurang di Perhatikan | |
|
1156 | |
| Perbedaan Pelayanan VIP ,Kl III dan Jamkesmas | |
|
1144 | |
| Ragam Obat Pasien Jamkesmas Kurang | |
|
1130 | |
| Tidak Ad Pembatasan Jumlah Penjenguk Pasien | |
|
1035 | |
| Pengguna Jamkesmas di Persulitdalam mendapat pelayanan | |
|
981 | |
| Kurang Informasi Biaya Yang Di Tanggung ASKES | |
|
786 | |
| Saluran Air Kurang Lancar | |
|
753 | |
| Pasien Suit Mencari Petugas (Dokter dan Perawat) | |
|
677 | |
| Tidak Ada Bel Di Kamar Pasien | |
|
665 | |
| Kurangnya Sarana Informasi Bagi Pasien Rawat Inap | |
|
661 | |
| Prosedur Pergantian Infus Berbelit Belit | |
|
646 | |
| Suara Keluar Masuk Ambulan ,O2 Truk Sampah Berisik | |
|
594 | |
| Pembayaran di Rawat Jalan Harus berkali kali di lakukan | |
|
574 | |
| Dokter Kulit Sering Tergesa gesa,Sehingga sulit konsultasi | |
|
472 | |
| Penderita Gangguan Jiwa jadi satu dengan Pasien Lain | |
|
457 | |
| Hasil Laboratorium Kurang Akurat | |
|
379 | |
SURVEY PELAYANAN PERIJINAN KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2009
| Pernyataan Pengaduan Survey Pelayan Peijinan Kabupaten Grobogan Tahun Menurut Jumlah Dan Ranking 2009 Biaya Perijinan Mahal | |||||
| Jumlah |
367% (1835) | ||||
| Ranking |
1% (132) | ||||
| Tidak Tahu |
28% (772) | ||||
| Persyaratan Terlalu banyak | |||||
| Jumlah |
222% (1535) | ||||
| Ranking |
2% (132) | ||||
| Tidak Tahu |
21% (774) | ||||
| Sosialisasi Biaya Ijin Kurang Jelas | |||||
| Jumlah |
139% (1435) | ||||
| Ranking |
3% (142) | ||||
| Tidak Tahu |
22% (784) | ||||
| Petugas Lapangan Terlalu Banyak | |||||
| Jumlah |
131% (1245) | ||||
| Ranking |
4% (232) | ||||
| Tidak Tahu |
34% (474) | ||||
| Terbit Ijin Tidak Tepat Waktu | |||||
| Jumlah |
127% (1135) | ||||
| Ranking |
5% (332) | ||||
| Tidak Tahu |
21% (374) | ||||
| Sosialisasi Persyaratan Kurang | |||||
| Jumlah |
95% (135) | ||||
| Ranking |
6% (132) | ||||
| Tidak Tahu |
6% (160) | ||||
| Informasi biaya perijinan yang ditayangkan kurang jelas | |||||
| Jumlah |
87% (187) | ||||
| Ranking |
7% (70) | ||||
| Tidak Tahu |
7% (70) | ||||
| Biaya Pelayanan Tidak Tetap | |||||
| Jumlah |
81% (181) | ||||
| Ranking |
8% (132) | ||||
| Tidak Tahu |
8% (80) | ||||
| Data Permohonan Kurang sehingga berpengaruh pada ketetapan waktu penyelesaian perijinan | |||||
| Jumlah |
79% (179) | ||||
| Ranking |
9% (190) | ||||
| Tidak Tahu |
9% (90) | ||||
| Banyak Pungutan Liar | |||||
| Jumlah |
75% (1175) | ||||
| Ranking |
10% (110) | ||||
| Tidak Tahu |
10% (110) | ||||
| Waktu Pelayanan Tidak Tetap | |||||
| Jumlah |
66% (169) | ||||
| Ranking |
11% (111) | ||||
| Tidak Tahu |
11% (111) | ||||
| Panggung Reklame Kurang | |||||
| Jumlah |
61% | ||||
| Ranking |
12% | ||||
| Tidak Tahu |
28% | ||||
| Kedisiplinan Petugas Pelayanan Kurang | |||||
| Jumlah |
57% | ||||
| Ranking |
13% | ||||
| Tidak Tahu |
13% | ||||
| Prosenya Terlalu Lama / Untuk dipercepat | |||||
| Jumlah |
53% | ||||
| Ranking |
14% | ||||
| Tidak Tahu |
24% | ||||
| Pemasangan Reklame Kurang memperhatikan keindahan | |||||
| Jumlah |
45% | ||||
| Ranking |
15% | ||||
| Tidak Tahu |
15% | ||||
| Petugas Pelayanan Saling Lempar Tanggung Jawab | |||||
| Jumlah |
45% | ||||
| Ranking |
16% | ||||
| Tidak Tahu |
16% | ||||
| Koordinasi Antara Petugas Pelayanan Kurang | |||||
| Jumlah |
44% | ||||
| Ranking |
17% | ||||
| Tidak Tahu |
17% | ||||
| Koordinasi Antar Instansi Terkait Kurang | |||||
| Jumlah |
38% | ||||
| Ranking |
18% | ||||
| Tidak Tahu |
18% | ||||
| Ijin Karaoke Kurang Tertib | |||||
| Jumlah |
38% | ||||
| Ranking |
19% | ||||
| Tidak Tahu |
19% | ||||
| Petugas Pelayanan Tidak Ditempat saat Jam Kerja | |||||
| Jumlah |
35% | ||||
| Ranking |
20% | ||||
| Tidak Tahu |
20% | ||||
| Tidak Bisa Mengoperasikan LCD | |||||
| Jumlah |
32% | ||||
| Ranking |
21% | ||||
| Tidak Tahu |
21% | ||||
| Jumlah Petugas Pelayanan Kurang | |||||
| Jumlah |
31% | ||||
| Ranking |
22% | ||||
| Tidak Tahu |
22% | ||||
| Banyak Gangguan Asap Rokok | |||||
| Jumlah |
29% | ||||
| Ranking |
23% | ||||
| Tidak Tahu |
23% | ||||
| Pelayananya Kurang Ramah | |||||
| Jumlah |
27% | ||||
| Ranking |
24% | ||||
| Tidak Tahu |
24% | ||||
| Penempatan LCD Kurang Praktis | |||||
| Jumlah |
21% | ||||
| Ranking |
25% | ||||
| Tidak Tahu |
25% | ||||
| Sosialisasi Kepada Masyarakat Secara Terus Menerus | |||||
| Jumlah |
18% | ||||
| Ranking |
26% | ||||
| Tidak Tahu |
26% | ||||
| Tagihan Retribusi Ganda | |||||
| Jumlah |
17% | ||||
| Ranking |
27% | ||||
| Tidak Tahu |
27% | ||||
| Petugas Jemput Bola Untuk Menghindari Calo | |||||
| Jumlah |
15% | ||||
| Ranking |
28% | ||||
| Tidak Tahu |
28% | ||||
| Foto Copy Formulir Permohonan Kurang Jelas | |||||
| Jumlah |
13% | ||||
| Ranking |
29% | ||||
| Tidak Tahu |
29% | ||||
| Terdapat Persyaratan Perijinan Khususnya bagi PKL yang memberatkan (Ijin dari belakang lahan yang ditempati) | |||||
| Jumlah |
8% | ||||
| Ranking |
30% | ||||
| Tidak Tahu |
30% | ||||
| Petugas Pelayanan sering digantikan dengan anak PKL (Magang) | |||||
| Jumlah |
8% | ||||
| Ranking |
31% | ||||
| Tidak Tahu |
31% | ||||
| Kemampuan Petugas Kurang Memadai | |||||
| Jumlah |
8% | ||||
| Ranking |
32% | ||||
| Tidak Tahu |
32% | ||||
| HO Ditarik 2 Kali | |||||
| Jumlah |
8% | ||||
| Ranking |
33% | ||||
| Tidak Tahu |
33% | ||||
| Ditarik Biaya Cetak /Administrasi Sukarela) | |||||
| Jumlah |
7% | ||||
| Ranking |
34% | ||||
| Tidak Tahu |
34% | ||||
| Minimnya Pelayanan Publik | |||||
| Jumlah |
7% | ||||
| Ranking |
35% | ||||
| Tidak Tahu |
35% | ||||
|
| |||||
Mewujudkan Kesejahteraan Melalui Peningkatan Publik
Sesuai Undang-Undang Nomor 32Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, mengatur bahwa menjadi kewajiban daerah untuk dapat mewujudkan kesejahteraan masayarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Itu menjadi hak mereka untuk mendapatkan dan menikmati semua itu.
Wakil Bupati Grobogan H. Icek Baskoro, SH mengatakan hal tersebut, ketika membuka Lokakarya Mekanisme Pengaduan Masyarakat tahun 2009, yang berlangsung di Gedung Riptaloka, Kabupaten Grobogan, Selasa (2/6). Hadir dalam acara itu, Ketua DPRD, Muapida, Kepala SKPD terkait,Tim Fasilitator SFGG (Support For Good Governance) dari Kementrian PAN Jakarta,
dan undangan.
Lebih lanjut, H. Icek Baskoro, SH menjelaskan bahwa, pihaknya menyadari, mengingat luasnya cakupan dan tanggung jawab pemerintah yang di emban, maka dukungan masyarakat sangat dibutuhkan, dalam menyelesaikan masalah yang timbul.
Pada acara tersebut, Wakil Bupati H. Icek Baskoro SH kepada masyarakan jangan malu-malu dan ragu, untuk ikut memberikan kritikan mambangun untuk perbaikan pelayanan kepada publik. Dengan catatan kritik dan masukan itu hendaknya konstruktif dan biadab, tetapi bermutu dan tidak asal mengadu.
Bila sistem itu terus berjalan, H. Icek Baskoro, SH yakin akan lahir system dan mikanisme baru pengaduan yang lebih teratur sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga mampu memenuhi tuntutan masyarakat, yaang terus berkembang.
Ketua Penyelenggara, Drs. H. Sri Mulyadi,MM menjelaskan Lokarya Mekanisme Pengaduan Masyarakat berlaangsung tanggal 3 dan 4 Juni, dengan peserta 100 orang. Peserta itu, sebagian besar dari masyarakat yang mencapai 80 orang, dan lainnya dari SKPD terkait Kabupaten Grobogan.
Jumat, 02 April 2010
Senin, 27 Juli 2009
Minggu, 12 Juli 2009
Kamis, 09 Juli 2009
Rabu, 08 Juli 2009
Senin, 06 Juli 2009
Calon Bupati 2011-2016 Drs.Sumedi ,M Si Siap Tempur
Hidup Sejahtera Berakhlaqul Karimah
Visi Misi Drs Sumedi MSi Calon Bupati 2011-2016
Kesejahteraan Masyarakat yang Berakhlaqul Karimah, ditandai oleh semakin meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat serta memberikan perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar pokok manusia yang meliputi pangan, papan, sandang, kesehatan, pendidikan dan lapangan kerja, yang didukung oleh infrastruktur sosial budaya ekonomi yang memadai. Peningkatan kualitas kehidupan ini akan lebih difokuskan pada upaya pengentasan masyarakat miskin sehingga secara simultan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.Perlu ditekankan disini bahwa kemajuan-kemajuan yang ingin kita raih, tidak hanya sekedar kemajuan dibidang fisik dan ekonomi saja, akan tetapi kita berupaya keras pula untuk dapat meraih kemajuan-kemajuan pada dimensi mental – spiritual, keagamaan, kebudayaan dan non fisik, agar kehidupan masyarakat benar-benar sejahtera lahir dan batin serta berakhlaqul karimah.”Tegas Drs Sumedi M.Si (Gus Murgan)
KASAT LANTAS POLRES GROBOGAN
KASAT LANTAS AKP PATMO SUPRIYADI BARU DILANTIK
Pukul 08.00 WIB (24/6) Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Yayat Syarif Hidayat digantikan oleh AKP Patmo Supriyadi.Dalam acara serah terima jabatan ini langsung di adakan upacara sertijab yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Isnaeni Ujiarto ,bahwa AKP Yayat Syarif Hidayat langsung ke Polda Jateng dan digantikan oleh AKP Padmo Supriyadi dari Polda ,AKP Padmo Supriyadi yang awalnya pernah menjabat sebagai Kapolsek Toroh kemudian selamat 4.5 tahun di Polda Jateng hingga (24/6) 2009 kembali ke Polres Grobogan dan menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Grobogan.Daam sertijab ini Kapolres Grobogan mengatakan.”tugas Negara ini sungguh sangat luas dan kompleks karena menyangkuthajat hidup orang banyak sehingga Polri harus dapat meningkatkan kuwalitas dan intregitas yang tinggi baik meningkatkan KAMTIBMAS memberikan perlindungan ,pengayoman dan pelayanan public sinergi ini akan mengarah dan data terwujudnya bahwa POLRI adalah sahabat masyarakat
Dalam penerapan program kerja seperti Savety Reading tersebut saat sebagai perwira yang bertugas di Polda AKP Patmo Supriyadi salah satunya perwira yang memelopori kegiatan keselamatan dan pendidikan pelatihan terhadap kepedulian anak.Rencana kedepan Kasat lantas yang baru menjabat sebulan di Polres Grobogan akan membantu kepada pelayanan masyarakat termasuk pembuatan SIM dipermudah bahkan pembuatan SIM satu paket ,kelompok samapai melayani di tingkat desa ,Lebih edulinya terhadap masyarakat Patmo menentang keras bagi para calo pembuatan SIM Perpanjangan ,STNK dan masih banyak gebrakan yang lainya.
Saat ditemui metro realita diruang kerjanya AKP Patmo Supriyadi mengatakan.”tugas dan amanah yang baru kami terima ini merupakan bagian dari tugas Negara yang nantinya dapat ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa ,hingga sekarang ini kami memiliki stetmen kinerja yang super handal agar kepolisian khususnya bagian lalu lintas Polres Grobogan ,seiring dengan bulan tertip lalu lintas akan mengadakan berbagai program unggulan seperti kurikulum ke tingkat pendidikan seperti SD sampai SMP untuk dilatih belajar tertip rambu rambu lalu lintas ,mendidik anak sedini mungkin belajar cara mengendarai sepeda onthel dengan latihan berbelok ,tata cara berhenti dan pemahaman terhadap resiko keselamatan di jalan raya ,untuk di wilayah Kabupaten Grobogan akan segera diadakan aksi patuh lalu lintas dan pengamanan mengemudi seperti menggunakan Savety Reading (Sabuk Pengaman bagi kendaraan Roda empat .”Harapan kami kedepan Kota Purwodadi Grobogan yang dahulu saya tinggalkan selama 4,5 tahun dalam pelayanan perpanjangan dan pembuatan SIM saya berpihak kepada masyarakat kecil untuk memberi kemudahan,”tegas Patmo (Gus Murgan)
DHARMA WANITA GROBOGAN WUJUD PEMBANGUNAN
DHARMA WANITA BHAKTI NEGARA
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Grobogan diarahkan pada pelestarian dan persemaian nilai-nilai luhur budaya bangsa sebagai pola hidup keluarga dan masyarakat yang bercirikan masyarakat modern yang mempunyai nilai tata karma yang tinggi ,dalam aksinya Dharma Wanita PersatuanKabupaten Grobogan telah diakui dihati masyarakat hingga pelosok pedalaman desa bahwa dalam pergerakan kaum wanita menghasilkan insan yang teguh berbudi pekerti luhur dan mampu menciptakan kecerdasan ketrampilan yang ulet
Dharma Wanita Persatuan adalah organisasi istri PNS yang ditetapkan dalam Musyawarah Nasional luar biasa Dharma Wanita pada tanggal 7 Desember 1999, merupakan organisasi yang mandiri, tidak terikat pada partai politik manapun dan demokratis.Di Kabupaten Grobogan Ketua Dharma Wanita Hj Ninik Sutomo HP.SH Dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumberdaya bidang pendidikan ,ekonomi dan sosial budaya benar benar sudah dirasakan oleh masyarakat luas,sosok wanita yang memiliki pendidikan dan karier lengkap telah menjadikan organisasi Dharma Wanita persatuan di Grobogan ini kokoh bersatu mandiri dalam mensejahterakan anggotanya untuk lebih dapat menjadi organisasi kemasyarakatan yang dinamis, selaras dengan kebijaksanaan yang digariskan oleh Pemerintah RI.
Dharma Wanita Kabupaten Grobogan yang berkantor di Jln S Parman No 21 Purwodadi memiliki sejuta kegiatan dalam tiap tahunya seperti membantu rumah penduduk yang kurang mampu ,anak putus sekolah ,siswa yang tidak mampu sebesar Rp 300.000,-/orang (Siswa),bantuan untuk pendidikan sekolah TK /SD satu atap di wilayah Asem Rudung sebesar Rp 100 Juta ,Bantuan yang diberikan kepada DPW II WB Wanita Persatuan Penggerak Wajib Belajar
Bantuan dari Dirjen Pendidikan Nasional melalui Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Grobogan tersebut sudah dirasakan oleh siswa yang tidak mampu seperti bantuan tersebut berguna sekali untuk menjawab tantangan masa depan ,Meraih peluang bagi siswa menuju perubahan kehidupan yang lebih baik ,dapat Memacu kreatifitas sesuai dengan tuntutan kemajuan ,Memiliki wawasan jauh ke depan dalam kesetaraan dan keseimbangan proses belajar ,Memiliki kemampuan untuk mengubah pola pikir dan sikap mental yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dengan senantiasa memperhatikan nilai kepribadian bangsa Indonesia Atas dasar pemikiran tersebut, dengan memperhatikan masukan dari pendapat seluruh jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Grobogan dan hasil temu konsultasi dengan ketua dan anggota pengurus Dharma Wanita sendiri .Maka dalam pelaksanaan kegiatan perlu meningkatkan kualitas sumber daya pengurus dan anggota ,Menyesuaikan tatanan organisasi dengan kebijaksanaan Pemerintah ,Meningkatkan ketahanan keluarga melalui kegiatan dalam berbagai aspek kehidupan.
Ketua Dharma Wanita Kabupaten Grobogan Hj Ninik Sutomo HP .MM saat ditemu Mero Realita .”makanan yang dibuat ini tidak mengandalkan dari beras ,sehingga dalam hal memasak semua anggota dharma wanita ,PKK maupun GOW dapat menganeka ragamkan makanan yang terbuat non beras seperti menggunakan ketela ,singkong ,ubi ,kentang ,jagung yang dibuat untuk nasi Punding beserta minuman segar es buah dari bahan wortel dan buah buahan lainya.bahan yang terbuat dari unsure non beras selain harganya lebih murah juga rasanya tidak kalah dengan tepung beras bila dimasak untuk dijadikan kue atau makanan tambahan.Mengatakan .”Program kerja Dharma Wanita merupakan acuan untuk menyusun Program Kerja pada unsur pelaksana di semua tingkat kepengurusan sesuai situasi dan kondisi masing-masing,untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan melalui pendidikan sekolah dan luar sekolah Pendidikan Sekolah
Menyelenggarakan pengelolaan TK yang dibina Dharma Wanita secara terencana dan terarah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dengan bekerjasama dengan instansi terkait dalam upaya meningkatkan mutu tenaga pengajar (mengikutsertakan para pengajar TK Dharma Siwi untuk mengikuti pelatihan maupun kursus) ,Memantau penyelenggaraan pendidikan sekolah, status guru, jumlah murid, status kepemilikan tanah, bangunan dan status pengelola sekolah serta kesejahteraan guru ,untuk Pendidikan Luar Sekolah
Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan serta memperluas wawasan anggota dan keluarga guna meningkatkan kesejahteraannya, antara lain dengan meningkatkan kualitas pengurus dan anggota melalui program pelatihan Total Image (Pengembangan Kepribadian) ,Pelatihan Manajemen Keuangan bagi bendahara, pengurus dan Unsur Pelaksana Dharma Wanita Kabupaten Grobogan Pelatihan Kesekretariatan dan kearsipan ,Kunjungan kerja ke DWP saru tingkat dibawahnya ,Pelatihan Program Komputer bagi pengurus dan Unsur Pelaksana Dharma Wanita Grobogan (Gus Murgan)
H.MUSAFAK DILANTIK MENJADI KETUA BARINDO
H.MUSAFAK DILANTIK MENJADI KETUA BARINDO
Pelantikan DPC Barindo dan pengukuhan koperasi bahtera yang diadakan di gedung Wisuda Budaya sabtu (27/6) ukul 08.00-1300 WIB yang dihadiri leh simatisan Barindo sekitar 800 peserta dari berbagai unsure elemen masyarakat memadati gedung Wisuda Budaya.Hadir dalam acara tersebut Bupati Grobogan H Bambang Pudjiono,SH yang di wakili oleh Drs.Sugiyono dari Kesbanglinmas Kabupaten Grobogan Anggota DPRD Kabupaten Grobogan H M Sutirto ,H Sugiarto ,Ketua DPC Barindo Kabupaten Grobogan H Musafak ,Drs.Ali Masud wakil ketua DPD Barindo Jateng,ketua DPD Barindo Jateng Dr .Bari Yohanes ,Drs.Suyoto ,seluruh pengurus DPD Barindo ,DPC Barindo Jateng Korwil Jawa –Tengah Dr. Ali Masud ,dan berbagai elemen masyarakat seperti Paguyupan pedagang kaki lima ,Paguyupan pedagang Buah ,Paguyupan Terminal ,Pagyupan Parkir ,paguyupan pedagan pasar ,paguyupan pemuda Gereja ,Paguyupan Becak ,elemen KTA ,FMGH,ikatan tenaga masjid ,paguyupan sanggar tari desa Kropak,ormas islam dan masih banyak yang lainya.
Dalam acara tersebut Penyerahan pernyataan sikap DPD Jawa-Tengah kepada DPC Barindo Kabupaten Grobogan H Musafak yang disaksikan ratusan simpatisan di Gedung Wisuda Budaya ,dengan diambil sumpah janji berupa pernyataan sikap DPC Barindo Grobogan yang dibacakan langsung oleh wakil DPD Barindo Drs Sunyoto ,acara selanjutnya sambutan korwil Jawa Bali oleh DD Barindo Dr Bari Yohanes yang diwakili oleh Dr Ali Masud M Kendati demikian dalam Deklarasi di Kabupaten Grobogan berlangsung aman tertib dan terkendali yang di jaga ketat oleh Bagian Reskrim Polres Grobogan ,Samapta ,beserta Intel dan polisi lalu lintas yang mengamankan jalan raya.Dalam Sambutanya Ketua DPD Barindo Dr Bari Yohanes melalui wakilnya Dr Ali Masud mengatakan .”sebagai tanggung jawab bersama untuk melawan waktu dan cuaca kedepamn Barindo dapat jaya selamaya dan kita berharap DPD Barindo memiliki niat untuk memenangkan SBY lebih dari 60 %,saat ini Barindo kuat seperti halnya saat itu saya menghadiri Istiqosah di Pondok pesantren Al Taslim Kabupaten Demak bersama KH Nurhuda ,KH Mukheisin masjid agung demak dan 100 Kyai Langgar Mushola meski milik PKB,Dalam Istiqosah saya berdoa agar SBY tetap paling kuat sehingga mendapat 60% suaranya,hal ini juga perlu disosialisasikan kepada masyarakat sesuai pidato politik (4/6) di Jakarta bahwa SBY akan melanjutkan program program rakyat khusunya pemberdayaan ekonomi masyarakat salah satunya KUR Kridit Usaha Rakyat ,PRPM Mandiri ,bagi rakyat yang miskin Raskin dan BLT akan dilanjutkan ,ini termasuk Program SBY dengan adanya Koperasi Bahtera ,ada beberapa Kriteria Barindo demi cita cita dan visi misi tujuan Barindo memiliki 3 komitmen yang mendasar antara lain barindo sebagai pusat rehabilitasi kepimpinan bangsa baik daerah propinsi dan tingkat nasional .Presiden RI SBY sebagai penggagas berdirinya Barindo ,paska momentum kampanye politik bahkan Barindo tidak boleh tidur ,dan harus mengawal pemerintahan SBY Budiono untuk membentuk koperasi Barindo Bahtera ,sebagai akses permodalan dan sebagai bank perkreditan rakyat (BPR) ,5 tahun kedepan pemberdayaan ekonomi masyarakat ,Barindo adalah pusat rekrutmen kepimpinan ,bila roomo sugeng menginginkan jadi Gubernur nanti kita calonkan gubernur jawa tengah ,itu bukti barindo memiliki komitmen yang sungguh sungguh ,kedepan Barindo di kabupaten kota tetap menunjukan exsistensinya sebagai pemenang yang utama.”Tegas Ketua Barindo
Wakil Ketua Barindo juga mengatakan bahwa Pengalaman Pilpres 2004 pernah menjabat sebagai wakil ketua tim sukses calon wakil Presiden KH salahudin Wahid.dan saat ini dirinya bertekat bahwa DPD Barindo memberikan pernyataan sikap untuk dapat memenagkan capres Dr.H Susilo Bambang Yudhoyono Prof Dr.Budiono.
Dalam hal ini DPC Barindo Kabupaten Grobogan H Musafak mengatakan.”exsistensi Barindo di Grobogan yang didukung oleh ratusan simpatisan di Gedung Wisuda Budaya sudah menampakan bahwa Barindo semakin kuat di Kabupaten Grobogan ,kami siap menerima pernyataan sikap dari ketua DPD Barindo Dr Bari Yohanes untuk melanjutkan cita cita Barindo dalam mensukseskan Capres mendatang.”Tegas Musafak (Gus Murgan)
SOSIALISASI WEBSITE DI GROBOGAN
SOSIALISASI WEBSITE DI GROBOGAN
Sebanyak 17 Dinas atau Instansi terkait mengikuti Sosialisasi Website di Aula Kantor PDAP. Sosialisasi yang dipimpin oleh Kepala Sub. Seksi Data dan kerja sama dengan ICT Center Purwodadi.Sebanyak 17 dinas/instansi terkait Se-Kabupaten Grobogan mengikuti Sosialisasi Website di Aula Kantor PDAP setempat. Sosialisasi Website yang bekerja sama dengan ICT Center Purwodadi dipimpin oleh Kepala Sub. Seksi Data Warsito,SH.Dalam kesempatan itu, Warsito, SH mejelaskan bahwa dalam perkembangan teknologi informasi dengan adanya internet, setiap kantor seharusnya sudah memiliki Website sendiri. Namun pada kenyataan dinas/instansi yang mempunyai website baru beberapa.Hal tersebut menunjukkan bahwa, Dinas/Instansi di lingkungan Pemkab Grobogan kurang tanggap terhadap perkembangan teknologi informasi. Keadaan seperti itu sungguh sangat memperihatinkan. Dengan adanya Sosialisasi Website ini, diharapkan dapat menggugah para pejabat dalam memanfaatkan Website yang dikelola Kantor PDAP (Baperpusda).Padahal Website itu sudah berjalan 5 tahun, tetapi tampilannya sampai sekarang masih monoton. Diharapkan kerja sama dengan ICT Center Purwodadi tersebut dalam masa mendatang mampu merubah tampilan, sehingga ini merupakan kemajuan yang sangat berarti bagi Pemkab Grobogan di bidang tehnologi informatika. Kepada para peserta, Warsito, SH minta, usainya Sosialisasi Website ini agar segera mengirim data, ke Baperpusda, sebagai bahan Website, dinas/instansi bersangkutan.Sementara itu, Koordinator ICT Center Purwodadi, Japari, S.Pd mengatakan, sudah banyak Dinas/Instansi Kabupaten Grobogan melakukan kerja sama bidang tehnologi informatika dengan ICT Center Purwodadi. Dari SMK Negeri 1 Purwodadi Website dinas/instansi itu dikendalikan dan keberadaannya sangat bermanfaat sekali. Para pengelolaan Website dalam dan luar Kota Purwodadi, jika ingin informasi mengenai dunia pendidikan Daerah Grobogan dapat mengakses melalui konten
Harga Jagung Di Grobogan Mulai Berpihak Petani
Masa panen jagung di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, disambut gembira para petani setempat. Hal ini disebabkan harga jagung di tingkat petani mencapai Rp 2.300/kg. Padahal harga pada bulan lalu hanya berkisar Rp 1.900/kg."Baru kali ini harga jagung berpihak kepada petani," ucap Paryono, 65 tahun, petani asal Desa Gedangan, Kecamatan Toroh, Grobogan."Permintaan dari luar
Kisah Naga & Letupan Air di Bledug Kuwu
Menurut cerita tutur, bledhug itu terjadi karena ulah Jaka Linglung, Putra Aji Saka atau Prabu Jaka dari kerajaan Medang Kamulan.Pada satu ketika Jaka Linglung yang berwujud ular naga itu disuruh Aji Saka atau Prabu Jaka membunuh Dewata Cengkar yang telah berubah rupa menjadi seekor buaya putih yang sangat besar, sebagai syarat untuk diakui sebagai anaknya. Jaka Linglung berangkat ke laut selatan tempat Dewata Cengkar bertahta. Dia tidak sabar melalui darat, maka dia melalui dalam tanah, jalan yang dilalui oleh Jaka Linglung itu akhirnya berubah menjadi “tanah lendhut“ Bledhug yang terjadi adalah nafas Jaka Linglung selama dalam perjalanan itu. Jadi menurut kepercayaan orang, ada hubungan bledhug itu dengan laut selatan.
Kenyataan sampai sekarang, air dari bledhug itu mengandung garam dan ditambang oleh penduduk sekitarnya sebagai tambang garam yang diambil dari air bledhug tersebut.Selanjutnya cerita Jaka Linglung menurut cerita Aji saka, adalah sebagai berikut : Dalam serat primbon Jayabaya ( hal. 23 - 24 ) terdapatlah pasal yang menyebutkan tentang perginya Prabu Esaka dalam bab V Piwulang Dewa, yang berbunyi Pun Jaka sengkala anakipun Empu Anggejali, patutan saking Dewi Saka, Putranipun Raja Sarkil ing pulo Najran Sareng Jaka Sengkolo jumeneng nata, jejuluk Sang Aji Saka jengkar saking negaripun lajeng Nga Jawi, tanpo wonten ing redi kandha ( kendeng ? ) tlatah banyuwangi jejuluk Empu Sengkala. Anuju ing Surya Adam, tahun 5164, Chandra 5316, Empu Sengkala macak titimangsa tahun jawi : kaeteng tahun Candra - Sengkala I Warsa. Tahun Rum anuju angka 444 warsa. Tahun Adam tahun Surya 5161 warsa. Tahun Masehi 78 jumenengan nata.Setelah R. Patah menjadi raja dia mulai menata wilayah kerajaan.Kota Demak dijadikan pusat pemerintahan, pusat perdagangan dan pusat pendidikan dan penyebaran agama Islam ke seluruh Jawa. Sebagai lambang negara Islam dibangunlah sebuah masjid Agung yang merupakan perpaduan antara budaya Islam dengan budaya Hindu.
Ekspedisi pemboyongan dipimpin oleh Sunan Kalijaga tampak berjalan lancar. Setelah sampai di Mrapen mereka merasa sangat lelah. Kemudian rombongan itu beristirahat disitu. Karena tidak ada air untuk minum, maka Sunan Kalijogo bersemedi memohon kepada Tuhan diberi air untuk minum para pengikutnya. Tongkat wasiatnya ditancapkannya ke tanah, kemudian dicabutnya. Tetapi yang keluar bukan air namun api yang tidak dapat padam (Api Abadi). Sejak itulah tempat itu disebut Mrapen.Kemudian di tempat lain dilakukan hal yang sama dan keluarlah pancuran air yang jernih, yang dapat diminum. Demikian rombongan itu minum dan setelah hilang lelahnya mereka melanjutkan perjalanannya ke Demak. Sesampainya di Demak barang - barangnya yang dibawa diteliti.
Ternyata ada yang ketinggalan di Mrapen, berupa sebuah ompak (alis tiang). Sunan Kalijaga menyatakan ompak itu tidak perlu diambil sebab nantinya akan banyak gunanya. Batu ompak itu kemudian dikenal dengan Watu Bobot.Suatu ketika Sunan Kalijaga mengajak Jaka Supo pergi ke hutan mencari kayu jati yang cocok untuk dibuat "Saka Guru“ Masjid Agung Demak. Jaka Suko adalah Putra Tumenggung Mpu Supodriyo, seorang Wedana Bupati Mpu (tukang membuat alat perang dari besi) Kerajaan Majapahit. Pada waktu itu Jaka Supa sendiri telah menjabat sebagai jajar Mpu walaupun dia abdi Majapahit, tetapi dia telah belajar agama Islam pada Sunan Kalijaga.Selama Sunan Kalijaga mengembara di hutan mencari kayu tersebut, dia berjumpa dengan Dewi Rasa Wulan yang sedang “Tapa Ngidang“. Dewi Rasa Wulan sebenarnya adalah adiknya sendiri yang lari dari Kadipaten Tuban, karena ditawari untuk menikah tidak mau. Oleh Sunan Kalijaga, Dewi Rasa Wulan diajak ke Tuban. Di Tuban dia dikawinkan dengan Jaka Supa.Pada suatu pagi, ketika Jaka Supa yang telah bernama Mpu Supa “Memadai” ( bahasa Jawa : Mandhe ) membuat keris, datanglah Sunan Kalijaga untuk minta kepada Jaka Supa membuat sebuah keris yang baik.
Sunan memberinya bahan berupa besi sebesar biji asam (sak klungsu) Jaka Supa heran, dapatkah besi yang sekian besarnya dapat dibuat keris ? tetapi setelah dipegang ternyata besi itu sangat berat dan berubah menjadi sebesar Gunung. Mpu Supa sangat takut kepada Sunan Kalijaga, maka apa yang menjadi perintah Sunan Kalijaga dikerjakan. Sunan Kalijaga memerintahkan supaya keris dibuat di Mrapen. Maka Mpu Supa pergi ke Mrapen membuat keris tersebut.
Untuk pembakarannya digunakan api abadi. Watu Bobot digunakan sebagai landasannya. Sedang air sendang juga digunakan sebagai penyepuhnya. Aneh, air yang tadinya jernih setelah dipakai untuk menyepuh keris berubah warna menjadi kuning kecoklat - coklatan sampai sekarang.Setelah keris itu jadi, dalam Serat Babad Demak (M. Atmo Darminto, 1962 : 55 – 56) dinyatakan : (tembang Dandang Gula) : Sunan Kali angandika aris, Sunan arani kris dapur Sengkelat, dene kris abang warnane, nanging iki tan patut, dipun angge wong laku santri, iki pantes kagema, mring patingginipun, negaraning pulo Jawa, wus pinasthi besuk dadi pusaka ji, kang mengku nusu Jawa.Lah pundhinen jebeng ingkang becik, bokmanawa Siradarbe darah, kang mengku nusa Jawane, nulya simpenen tinampen gupuh, mring Ki Supa dhuwung pinundhi, dohing maling jeng Sunan, gawekena ingsun, cothen pranti pembelehan, ingkang pantes dianggo wong laku santri, mengko sun golek tosan.
ANAK PONDOK DIDUGA MATI TERBUNUH
Sosok Mayat ditemukan Dalam Sumur Ketitang
Pasar hewan ketitang yang bernuansa sepi ini tiba tiba dikejutkan oleh penemuan sosok mayat laki laki yang keadaanya sudah membusuk ,sekujur tubuhnya mengelupas dan badanya sudah mulai membengkak diduga mayat tersebut meninggal akibat terpeleset atau pembunuhan yang telah direncanakan hal ini masih dalam penyidikan serius Polres Grobogan.
Paidi,mengatakan kepada Metro Realita bahwa kondisi mayat korban yang ditemukan awalnya belum dikenali ,karena tubuh korban sudah membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap ,saat itu kami mencium bau yang tak sedap kemudian mengarah pada sumur tua yang terletak di dalam pasar hewan tersebut,namun setelah dilihat ternyata sumur yang memiliki kedalaman 6 meter tersebut dengan ketinggian hanya ½ meter terdapat sosok barang yang terapung setelah didekati ternyata adalah orang yang sudah meninggal,melihat hal demikian kemudian petugas pasar hewan ketitang yang dibantu dengan warga setempat kemudian mengangkat tubuh korban untuk di tarik keatas.Sebagian warga yang melihat kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Grobogan.Dari Tempat kejadian tersebut lalu Polisi membawa korban tersebut untuk di adakan otopsi di RSUD Raden Soedjati Purwodadi.
Kapolres Grobogan AKBP Isnaeni Ujiarto langsung ke TKP untuk melakukan visum dokter ,menurut Kapolres Grobogan bahwa pihaknya akan segera mengembangkan kasus matinya korban dan akan mengembangkan penyidikan kasus ini karena dari hasil sementara pemeriksaan oleh dokter Forensik bahwa korban meninggal karena di tubuhnya ditemukan luka pada bagian belakang kepala ,dan sebelah belakang punggung terdapat memar hal ini bisa jadi korban meninggal akibat terbentur karena terpeleset di sumur kemudian terperosok kedalam lubang.hal ini masih dalam penyelidikan.
Korban kemudian diketahui indentitasnya adalah arif Jamaludin (17) warga Desa Merak kaecamatan dempet kabupaten Grobogan ,setelah informasi didapatkan dari keluarga korban Sutar yang sudah mencarinya dua hari korban menghilang ,menurut informasi keluarga bahwa korban arif pada kamis malam (21/5) pukul 19.00 WIB masih berada dirumah kemudian terlihat oleh temanya di Pondok pesantren bercanda dengan teman temanya lalu meminjam motor temanya untuk bepergian ,ternyata (25/5) korban arif sudah ditemukan tewas di dalam sumur.
Beberapa warga desa Ketitang Godong Marjo (34) yang melihat jalanya rekontruksi penarikan korban di dalam sumur tersebut mengatakan ,Korban meninggal bila terpeleset itu tidak mungkin karena bibir sumur tersebut ketinggianya kurang lebih sampai ½ meter ,dan bila pasar tersebut di jaga ketat oleh petugas jaga seharunya sebelum satu hari pasti mayat korban tersebut bisa diketahui karena pasar hewan ketitang itu kamar mandi atau WC kemungkinan besar digunakan untuk umum ,Jadi blla ada yang menggunakan Kamar mandi /WC Umum yang terdapat pada samping sumur tersebut pastilah orang akan tahu bahwa didalam sumur terdapat mayat korban ,jadi kemungkinan Korban terperosok pada malam hari saat petugas jaga pasar tersebut tidak ada ditempat.
Pasar Hewan Ketitang yang memiliki luas sekitar 1 Hektar tersebut adalah asset milik daerah yang harus terjaga keamananya siang maupun malam hari tersebut untuk menghindari dari berbagai praktek liar seperti transaksi ,dan kejadian kejadian yang lainya menurut beberapa sumber di lapangan bahwa pasar tersebut selalu sering sepi ,hingga dimanfaatkan oleh anak anak sekolah untuk berpacaran sebaiknya pasar tersebut dijaga ketat demi keamanan dan kenyamanan bila perlu ditambah petugas jaga untuk malam hari kata warga. (Gus Murgan)
PARMAN NEKAT BUNUH DIRI
PARMAN NEKAT GANTUNG DIRI
Seperti biasanya Parman Bin Parwosumoharjo (48) yang setiap harinya bekerja sebagai petani atau buruh bangunan ini pergi ke ladang dengan membawa keranjang yang berisi tali dan sabit kemudian berjalan kearah utara dari rumahnya sekitar 200 m bermaksud hendak bekerja untuk memanen padi yang sudah siap untuk di panen.Namun tiba tiba terdengar teriakan keluarga korban bahwa parman belum sampai ke lading namun dirinya sudah tewas tergantung.Saat kejadian mulanya Parman warga Desa Pelem Rt 5/5 Kecamatan Gabus Grobogan ini Pagi pukul 07.00 WIB saat hendak bekerja mampir dulu di sebuah warung untuk minum wedang,setelah usai minum wedang dan mengisi perut Parman lalu melanjutkan perjalanan ke lading beberapa tetangga yang melihat Parman saat sarapan tersebut tidak menaruh kecurigaan bila Parman akhirnya akan menghakhiri hidupnya dengan menggantung tubuhnya.
Suparmin tetangga Korban mengatakan.”saat itu Parman ya seperti biasanya orangnya sangat pekerja keras ,dan rajin ke ladang,semua warga kampung juga tak menaruh kecurigaan bila parman akan mengakhiri hidupnya seperti itu,bahkan saat sarapan tersebut ya gerak geriknya biasa saja.’kata Min
Peristiwa ini diketahui warga kampung setelah Suwanto beserta tetangga lainya ,Sulami , yanto,dan parjo hendak pergi ke sawah tiba tiba dikagetkan ada seseorang yang tergelantung di pohon bahkan tubuhnya sudah membujur kaku,melihat kondisi demikian sebagian warga segera menolong korban dengan melepaskan tali jeratan di leher dan sebagian melaporkan kejadian ini ke Polsek Gabus, beberapa jajaran muspika dan keterangan warga kampong bahwa Parman mengakhiri hidupnya baru satu jam yang lalu.Camat Gabus Tatang Wahyu JPSP SH saat di konfirmasi Metro Realita mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan data ini ke Pemkab Grobogan melalui Saluran Telekomunikasi ,bahwa Parman korban bunuh diri ini meninggal tidak ada motif pembunuhan dan tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan sehingga atas meninggalnya Parman saat itu segera di makamkan di pemakaman umum Desa Pelem ,sSebagai akibat meninggalnya Parman dugaan mengarah kepada persoalan dalam rumah tangga karena tekanan dari ekonomi keluarga.(Gus Murgan)
JANGAN HANYA BISA MENYALAHKAN
JANGAN HANYA BISA MENYALAHKAN
Pariwisata Butuh Peran Komunitas dan Masyarakat
Seluruh komponen masyarakat dan komunitas amat dibutuhkan perannya dalam mendukung dan mencapai kerja keras Bupati dan Wakil Bupati Grobogan dalam mewujudkan Grobogan menjadi kota wisata dan tambang budaya ,yang data dikenal oleh wisata sejagad antero.Maka untuk mencapai itu tak semata peran pemerintah saja ,namun peran dan partisipasi masyarakat jelas harus dibutuhkan. Seperti pegunungan Ds Jatipohon sebenarnya memiliki obyek wisata yang sangat indah dengan udara di puncak yang segar. Objek wisata tersebut berada di sebelah utara Kabupaten Grobogan yang berbatasan dengan Kabupaten Pati. Namun pengembangan objek wisata di Kabupaten Grobogan masih terkendala dengan minimnya sarana dan prasarana pendukung. Untuk itu masih diperlukan kerja keras untuk membangun wisata pemandian dengan sumber mata air yang bersih
“Potensi wisata di Pegunungan Jatipohon masih alami khususnya wisata mata air dan Gua Tekhtonit yang terbentuk dari keaslian alam . Banyak lokasi yang cocok untuk diving, snorkeling atau sekadar menikmati pemandangan dari puncak teratas pegunungan tersebut ,sehingga butuh kerja keras untuk membangunnya ,upaya pengembangan dan peningkatan kegiatan juga sarana dan prasarana kepariwisataan tak akan mencapai sasaran kalau tak didukung bersama. Dukungan seluruh lapisan dan komunitas dalam masyarakat sangat diperlukan”Kata kades Jatipohon Suwito (Gus Murgan)
BERITA GROBOGAN
Tuntas WAJAR Pendas 9 Tahun Dana BOS naik 50%
Mendiknas Prof. DR. Bambang Sudibyo, MBA mengatakan, anggaran pendidikan dari APBN untuk Biaya Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2009 mengalami kenaikan 50 % dibandingkan 2008, yaitu dari sekitar Rp 11,2 triliun menjadi Rp 16,8 triliun. Hal tersebut dikatannya, ketika memberikan sambutan pada acara Dialog Publik Pendidikan dengan tema : “Sosialisasi Strategi Implementasi Pendidikan Gratis dan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan”, yang berlangsung di GOR Simpang Lima Purwodadi, Rabu (1/4).Kehadiran Mendiknas di Grobogan didampingi Sekretaris Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMPTK), Dr Giri Suryatmana dan Ketua Umum PGRI Pusat Dr Sulistyo, sebelumnya diterima Bupati Grobogan H. Bambang Pudjino, SH. Hadir dalam acara itu, Wakil Bupati H.Icek Baskoro, SH, Ketua DPRD M. Yaeni, SH, Muspida, dan Jajaran Dinas Pendidikan Kab Grobogan. Lebih lanjut, Bambang Sudibyo, mengatakan Dana BOS bakal diberikan kepada sekitar 28.702.394 siswa sekolah dasar (SD/sederajat) yang ada di Indonesia. Sedangkan siswa SMP/sederajat jumlahnya 11.060.344 jiwa. ’Untuk siswa SD mendapat bantuan BOS Rp 370 ribu per tahun setiap anak, sedangkan SMP Rp 570 ribu per siswa setiap tahun. “Hanya saja, perlu dimengerti masyarakat, jika biaya BOS bukan berarti gratis 100 %. Sebab yang disubsidi hanya biaya operasional. Untuk biaya di luar operasional pokok, terutama bagi Sekolah Standar Nasional (SSN) maupun Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) masih ditoleransi menarik dana tambahan di luar BOS.‘ Khususnya sekolah di
Dia juga mengingatkan, agar para kepala sekolah lebih baik berhati-hati dalam mengelola bantuan BOS. Jangan sampai salah penggunaan atau terjadi penyimpangan. Sebab jika ada penyelewengan urusannya panjang sampai ke perkara pidana.
Sementara itu, Bupati Grobogan H.Bambang Pudjiono, SH menjelaskan, kebijakan pembangunan di Kab Grobogan menekankan pada prioritas pembangunan. Diantaranya memantapkan pembangunan infrastruktur, pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan dan memantapkan pembangunan di bidang ekonomi. Pada bidang pendidikan di Kab Grobogan tetap mengacu pada tiga pilar kebijakan pembangunan pendidikan secara nasional, yang meliputi : 1) perluasan akses dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan. 2) Peningkatan mutu, kualitas dan daya saing pendidikan, dan 3) penguatan tata kelola dan pencintraan public.
Selain itu, kebijakan pembangunan pendidikan di Kabupaten Grobogan diarahkan untuk dapat mempercepat proses penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun, meningkatkan kualifikasi pendidikan guru dan mutu pendidikan yang mengacu pada Standard Nasional Pendidikan, penerapan Manajemen dengan prinsip efisensi, efektifitas, transparasi dan akuntabilitas.Untuk memberikan gambaran pelaksanaan kegiatan pendidikan di Kab Grobogan antara lain dapat dilihat dari prestasi yang telah dicapai. Meskipun pelaksanaan masih jauh dari sempurna. Namun hasil jerih payah jajaran pendidikan Kab Grobogan cukup membanggakan. Hal itu terbukti pada penuntasan buta aksara terlaksana pada akhir 2007. Penuntasan wajib belajar 9 tahun dengan pencapaian Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTS/Sederajat mencapai 95,20%. Pencapaian standar ISO 9001-2000 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kab Grobogan pada 2008, satu satunya SKB se-Indonesia yang menerima predikat tersebut. Hasil ujian Nasional 2008 masuk peringkat 10 besar Jawa Tengah dengan kelulusan untuk SMP 95,5%, SMA 98,14 dn SMK 98,79%.
Untuk Tingkat Nasional Kab Grobogan mencatat prestasi yang membanggakan. Diantaranya juara I Pameran Hari Aksara Nasional Tahun 2007, di Wonosobo. Juara I Pencak Silat pada Olimpiade Oalh Raga Pelajar 2008, dan mewakili
PEMOTONGAN SUTET DIAUDIT BPKP
BPKP Kirim Hasil Audit ke Polres
Laporan hasil audit investigasi dan audit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk proyek pembangunan menara saluran utama tegangan ekstra tinggi (SUTET) di kabupaten Grobogan, tahun 2004, telah diterima penyidik Polres Grobogan. Kepala Bidang Investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng Sumitro, Jumat (19/5), mengungkapkan, hasil audit itu telah diterima penyidik, Kamis (22/1) lalu. “kami menemukan kerugian negara dalam kasus itu senilai Rp 3,8 miliar,” kata dia.
Audit tersebut dimintakan oleh penyidik Polres Grobogan sejak setahun lalu. Namun karena sulitnya pencarian data di lapangan, BPKP baru menuntaskannya sekarang. Sumitro mengakui, penelitian mengenai kerugian negara dalam masalah tersebut memang membutuhkan waktu lama. Sebab, tim harus klarifikasi ke warga satu per satu yang jumlahnya seribuan. Dikatakannya, pembangunan menara SUTET itu meliputi 1.080 warga di 8 kecamatan dan 30 desa. Karena itu, untuk mendapatkan data akurat pihaknya harus mendatangi warga satu per satu. Untuk membangun SUTET, Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak membeli tanah warga, tapi hanya meminjam dengan memberikan ganti rugi.
Seharusnya, berpedoman pada Keputusan Menteri ESDM, tanah tersebut dihargai Rp 3.200 per meter persegi. Oleh LSM yang mengaku sebagai penghubung, harga dinaikkan menjadi Rp 6.500/m2. Penghubungnya adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada di daerah itu.
Untuk menutup biaya tersebut, PLN akhirnya menggerojokkan dana sekitar Rp 8 miliar. Namun yang diterima masyarakat cuma Rp 4,2 miliar. Tidak ada alasan logis mengenai kemahalan harga tanah tersebut. Jika ditotal terdapat selisih kemahalan mencapai Rp 3,8 miliar. Nilai selisih lebih itu “dimakan” oleh kelompok LSM setempat.Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP I Nyoman Widiana mengatakan, audit BPKP itu akan menjadi dasar bagi penyidikan perkara tersebut, dan penyidikan akan dilakukan sejak awal lagi. “Ada seribuan saksi yang mungkin akan diperiksa, sebab kasus ini posisinya seperti itu,” katanya. (Gus Murgan)
BUKTI PERUBAHAN GROBOGAN ,GIAT PKK DHARMA WANITA
ASAH KUWALITAS LEWAT MEMASAK NON BERAS
Dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta kualitas dan kuantitas Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Grobogan yang berkantor di Jln S Parman No 21 Purwodadi yang memiliki sejuta kegiatan dalam tiap tahunya ,saat ini ide cemerlang kembali hadir dengan mengadakan gebrakan besar yang berkolaborasi dengan bahan
Tampak ratusan meja penuh yang terpampang di dalam ruangan Gedung GOR simpang lima Purwodadi berisi makanan yang nikmat dan bergizi tinggi.Bakat memasak terlihat dari Gerakan Organisasi Wanita Kabupaten Grobogan dalam lomba cipta karya menu berbagai masakan telah dibuat.Acara ketrampilan memasak tersebut secara langsung dilaksanakan tepat di Gedung Olah Raga Simpang lima Purwodadi dengan tema “sukseskan Lomba Cipta menu beragam ,bergizi ,seimbang & aman berbahan baku local tingkat Kabupaten” yang diadakan Jumat pagi Pukul 08.00 WIB (1/5) 2009.
Gebrakan besar telah dilakukan penggerak Dharma Wanita Grobogna dengan sempurna setelah berhasil membantu memberi santunan kepada rumah penduduk yang tidak mampu serta membantu ,anak putus sekolah ,siswa yang tidak mampu ,bantuan untuk pendidikan sekolah Bantuan yang diberikan kepada DPW II WB Wanita Persatuan Penggerak Wajib Belajar kini pada ulang tahunya yang ke 10 Dharma Wanita Kabupaten Grobogan yang diketuai oleh Hj Ninik Sutomo Hp SH ,MM akan menjawab tantangan masa depan ,Meraih peluang bagi usaha dengan meningkatkan dan mengembangkan ketrampilan memasak dengan bahan baku non beras.
Hadir dalam acara tersebut Hj.Suryati Icek Baskoro ,SH ,Hj Wahyu Sumarsono ,Hj Dyah Bambang Pudjiono,SH ,MM seluruh anggota Dharma Wanita yang terdiri dari 34 anggota dan 80 anggota dari dinas instansi yang terdiri dari Ibu Korpri ,GOW (Gerakan Organisasi Wanita )Kabupaten Grobogan.
Dalam Sambutanya Hj Suryati Icek Baskoro mengatakan .”Untuk menuju perubahan kehidupan yang lebih baik melalui ketrampilan memasak menu beragam yang dihasilkan dari bahan non beras ini maka akan dapat menambah potensi dalam hidup berkarya ,bahan yang telah dibuat untuk kegiatan ini berupa non beras yang dihasilkan dari tepung terigu karena menghasilkan protein tinggi ,selain harganya terjangkau dan mudah didapat tepung non beras ini juga bisa dibeli di pasar terdekat ,kegiatan memasak seperti pare gulung ,dengan minuman Jus tomat akan menambah stamina tubuh menjadi lebih kuat juga jus tomat buah dan sayur mengandung berbagai nutrisi penting yang sangat baik bagi kesehatan .”saya berharap agar semua kegiatan dapat disalurkan ke pelosok kabupaten Grobogan supaya ditiru dan diterima oleh masyarakat Grobogan ,Kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian Peringatan hari dharma wanita yang ke 10.supaya masyarakat Kabupaten Grobogan dapat mengerti pentingnya hari bersejarah ini ,bahwa Ibu ibupun dapat mengembangkan usaha dan mencari nafkah kebutuhan hidup ,Dengan melaksanakan kegiatan ini maka dapat dipastikan memasak secara sehat dan dapat terhindar dari berbagai penyakit dan ajang ini merupakan salah satu upaya mewujudkan diversifikasi pangan/penganekaragaman pangan. Apalagi jika melihat produksi pangan nonberas di Kabupaten Grobogan cukup banyak.”Diharapkan dengan lomba ini akan tercipta menu beragam, bergizi, seimbang dan aman sekaligus membudayakan masyarakat untuk menciptakan menu makanan non beras,” jelas Ny Icek Baskoro.
Ketua Dharma Wanita Kabupaten Grobogan Hj Ninik Sutomo HP .MM saat ditemu Mero Realita .”makanan yang dibuat ini tidak mengandalkan dari beras ,sehingga dalam hal memasak semua anggota dharma wanita ,PKK maupun GOW dapat menganeka ragamkan makanan yang terbuat non beras seperti menggunakan ketela ,singkong ,ubi ,kentang ,jagung yang dibuat untuk nasi Punding beserta minuman segar es buah dari bahan wortel dan buah buahan lainya.bahan yang terbuat dari unsure non beras selain harganya lebih murah juga rasanya tidak kalah dengan tepung beras bila dimasak untuk dijadikan kue atau makanan tambahan.”Program kerja Dharma Wanita merupakan acuan untuk menyusun Program Kerja pada unsur pelaksana di semua tingkat kepengurusan sesuai situasi dan kondisi masing-masing,untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan melalui pendidikan memasak yang nantinya dapat di salurkan kepada anak cucu kita dan dalam mengutamakan pelayanan pendidikan ketrampilan di wilayah masing-masing maka demi kecerdasan agar tumbuh kembang secara merata hingga ketrampilan ini dimiliki oleh semua lapisan masyarakat Grobogan ,dalam membuat aneka makanan non beras ini maka kami berharap sebaiknya menggunakan makanan produk lokal yang tanpa bahan pengawet dan pewarna. Sedangkan mengenai kegiatan ,Hj Ninik Sutomo HP,SH MM berpesan agar semua peserta bersikap legowo dan sportif. “ Bagi yang menang terus meningkatkan prestasi, yang kalah jangan berkecil hati justru lebih bersemangat,” tambahnya.
Menurut Ketua Dharma Wanita Kabupaten Grobogan Hj Ninik Sutomo HP,SH MM, bahwa kegiatan ini diikuti lomba ini diikuti oleh ratusan regu dari masing-masing kecamatan se-Kabupaten Grobogan. Setiap regu terdiri dari lima orang peserta ditambah satu orang peserta cadangan dan satu orang pendamping. Materi yang dilombakan meliputi pengetahuan umum,dalam hal Lomba Cipta Menu Beragam
Setelah acara selesai Dewan Juri menilai dengan menimbang tata cara dalam hal mengedepankan kebersihan memasak ,tata cara memasak ,serta bahan bahan memasak yang kemudian akan di seleksi kuwalitas rasa dan tingkat gizinya baru kemudian dipilih
DHARMA WANITA GROBOGAN BHAKTI SOSIAL DONOR DARAH
DONOR DARAH Dharma Wanita Persatuan Kabupaten GROBOGAN
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Grobogan kini makin exsis dan patut sebagai contoh masyarakat di seluruh tanah air Indonesia ,selain dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dalam pendidikan dan ketrampilan kini Hj Ninik Sutomo HP,SH MM yang diikuti oleh 34 anggotanya telah melakukan sumbangan kemanusiaan melalui(PMI) palang merah indonesia.Dalam kegiatan aksi sosialnya semua anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Grobogan telah di uji melalui tes darah ,ternyata hasilnya sangat memuaskan ,anggota Dharma Wanita sampai saat ini telah terbukti lulus dalam tes sehat Jasmani Rohani dalam pemeriksaan Hipatitis B ,Sipilis ,Go Darah , Rhesus dan HIV/AIDS pada Rabu (15/4)pekan lalu
Pelaksanaan Kegiatan donor darah pada ulang tahun Hari Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Grobogan ke X di PMI Purwodadi ini telah mengutamakan kepedulian yang didasari dengan jiwa cinta kasih terhadap sesama manusia..Tema yang diangkat adalah ”Dengan Persatuan dan Kesehatan Kita Lakukan Aksi Nyata Untuk Mewujudkan Keluarga Sehat Sejahtera”. Kegiatan aksi donor darah ini bertempat di Aula Palang Merah Purwodadi, yang di ikuti sebanyak semua anggota Dharma Wanita Se - Kabupaten Grobogan
Dalam acara tersebut ,Ketua Dharma Wanita Grobogan Hj Ninik Sutomo ,HP SH,MM mengatakan.”kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat, memantapkan peran aktip Dharma Wanita, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas pentingnya Donor bagi Kesehatan. Keegitan donor darah Menyumbangkan sebagian darah untuk kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan menjadi suatu sumbangan hal ini sangat berarti dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
Dalam melakukan Donor tersebut Hj Ninik Sutomo HP,SH MM sebagai penanggung jawab Dharma Wanita Persatuan sangat berkeinginan agar anggota Dharma Wanita yang lain dapat turut serta dalam sumbangsih nkemanusiaan menolong sesame manusia.
Dapat dipastikan bahwa dalam setiap orang yang berkeinginan untuk Donor Darah haruslah sehat ,sehingga untuk proses tersebut anggota Dharma Wanita Grobogan yang lain dapat diketahui dan dilihat melalui berbagai syarat dan kriteria umum yang ditetapkan PMI adalah antara lain ,berat badan minimal 45 kg ,tekanan darah 100-180 (sistole) dan 60-100 (diastole) ,menandatangani formulir pendaftaran; lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan seperti kondisi berat badan, HB, golongan darah; serta dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter ,Jika lulus dan sehat, barulah darah dan contoh darah diambil. Namun bila ada yang terdapat memiliki penyakit hepatitis, diabetes militus, epilepsi, atau mengidap AIDS serta mengalami sakit seperti demam atau influensa; baru saja dicabut giginya kurang dari tiga hari; pernah menerima transfusi kurang dari setahun; begitu juga untuk yang belum setahun menato, menindik, atau akupunktur; hamil; atau sedang menyusui untuk sementara waktu tidak dapat menjadi donor.
Dari kriteria diatas ternyata telah dibuktikan bahwa Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Grobogan kondisi sehat dan 100 % tidak ada yang memiliki penyakit.”Kami berharap agar kegiatan Dharma Wanita seperti pelaksanaan donor di PMI Cabang Purwodadi ini juga dapat Membantu Meningkatkan kemampuan masyarakat di dalam pemecahan masalah-masalah yang dihadapi serta Membantu para pekerja kemanusiaan untuk mengatasi masalah psikologis yang muncul akibat dari situasi yang dihadapi,melalui pendekatan individual/konseling, tetapi melalui pendekatan berbasis masyarakat.”imbuhnya
Aksi nyata yang dilakukan ,Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Grobogan telah mengembangankan program penuh dengan kesadaran dan kasih sayang yang dijiwai oleh kemanusiaan tinggi hingga hasilnyapun juga sudah dapat dirasakan oleh orang lain yang membutuhkan darah.sehingga dalam menyelamatkan dan menolong sesama manusia dapat langsung diterima terhadap pasien yang membutuhkan.
Jelaslah sudah kegiatan yang dinilai cukup memuaskan ,sehingga kesuksesan Dharma Wanita Grobogan patut sebagai percontohan untuk ditiru sampai tingkat kecamatan maupun desa.
Tunggu apa lagi, ayo ikut jadi donor darah (Gus Murgan)
DAFTAR SMA SE KABUPATEN GROBOGAN JAWA-TENGAH Th 2009
DAFTAR SMA SE KABUPATEN GROBOGAN
1 20341508 KEJAR PAKET C "PRIMA" Jl. KAPTEN RUSDIYAT II/49 Negeri 2 20341460 MA Yaumi Jl. Kauman 03/22 Swasta 3 20338552 SMA Al Islam Grobogan JI. Raden Patah 128 Grobogan Swasta 4 20338127 SMA Azis Ataqwa Klowan Jl. Penawangan-Sedadi Km 5 Swasta 5 20331035 SMA Budi Luhur Tanggung Ds.Tanggungharjo Swasta 6 20313833 SMA ISLAM SUDIRMAN TANGGUNGHARJO Ds. Sugihmanik-Tanggungharjo Swasta 7 20313835 SMA Islam Karangrayung Jl. Raya Karangrayung Swasta 8 20313834 SMA Islam Sudirman Jl. Perintis Kemerdekaan No. 97 Swasta 9 20331034 SMA Islam Wirosari JI. Gajah Mada Kunden Barat Swasta 10 20313832 SMA KRISTEN PURWODADI JL P.A TENDEAN. NO 15 Swasta 11 20331036 SMA Keluarga Gubug JI. A Yani No 1 Gubug Swasta 12 20313831 SMA MIFTAHUL HUDA JL K.H HASAN ANWAR 22 B Swasta 13 20341281 SMA MIFTAHUS SA'ADAH Jl. Wirosari - Karangasem Km. 4 Swasta 14 20313829 SMA MUHAMADIYAH GUBUG JL PEMUDA NO 92 Swasta 15 20313828 SMA MUHAMADIYAH TAWANGHARJO JL K.H. AHMAD DAHLAN. NO 5 Swasta 16 20313830 SMA MUHAMADIYAH TOROH Dsn Dongko Ds. Depok Kec. Toroh Swasta 17 20338130 SMA Muh Godong JI. Jend A Yani 16 Godong Swasta 18 20338131 SMA Muhammadiyah Purwodadi JI. R. Suprapto Purwodadi No. 118 Swasta 19 20338553 SMA N 1 Filial Geyer Ds. Asemrudung Kec Geyer Negeri 20 20313826 SMA NU PULOKULON JL Raya Panunggalan Swasta 21 20313827 SMA Nasional Purwodadi Jl. R. Soeprapto-Purwodadi Swasta 22 20340991 SMA Negeri 1 Godong Filial Klambu D. a. SMP Negeri 1 Klambu Kec. Klambu Kab. Grobogan Negeri 23 20338133 SMA Nusantara Gabus JI. WR. SupratmanSulursari Swasta 24 20313840 SMA PANCASILA JL P. DIPONEGORO.Gg LUKITASARI II Swasta 25 20313841 SMA PGRI KUWU KOMPLEK LAPANGAN OLAH RAGA KUWU Swasta 26 20313842 SMA PGRI PURWODADI JL R. SUPRAPTO. NO 2 Swasta 27 20313856 SMA PGRI WIROSARI Jl. Kuwu - Wirosari Swasta 28 20313855 SMA TUNAS BANGSA Kedungjati JI. Perintis Kemerdekaan Swasta 29 20313854 SMA YASIHA GUBUG JL HASAN ANWAR 09 Swasta 30 20313853 SMA YATPI JL B KATAMSO KM 01 Swasta 31 20338554 SMAN 1 Filial Karangrayung Ds. Sendangharjo Negeri 32 20338556 SMAN 1 Filial Toroh Ds. Boloh Negeri 33 20313852 SMAN 1 GEYER JL RAYA PURWODADI - SOLO Negeri 34 20313851 SMAN 1 GODONG DS MANGGARMAS Negeri 35 20313850 SMAN 1 GROBOGAN JL P. PUGER NO 23 Negeri 36 20313849 SMAN 1 GUBUG JL. A. YANI 171 Negeri 37 20331038 SMAN 1 Gabus Gabus Negeri 38 20313848 SMAN 1 KARANGRAYUNG JL KARANGRAYUNG - JUWANGI KM 1 Negeri 39 20313847 SMAN 1 Kradenan Jl. Honggokusuman 19-Kuwu Negeri 40 20313846 SMAN 1 Pulokulon KI Ageng Selo Negeri 41 20313845 SMAN 1 Purwodadi Jl. R. Soeprapto No. 82 Negeri 42 20313844 SMAN 1 Toroh Jl. Raya Purwodadi-Solo Negeri 43 20313843 SMAN 1 Wirosari Jl. Raya Wirosari No. 123 Negeri 44 20338557 SMAN Filial Toroh Penawangan Toroh Negeri 45 20341139 SMK Ma'arif NU Wirosari Jl. Kuwu Km. 2 Kalirejo, Wirosari Swasta
DAFTAR SMP SE KAB GROBOGAN
1 20341507 KEJAR PAKET B MELATI Jl. KAPTEN RUSDIYAT II/49 Negeri 2 20314337 MTSS Al Azhar Jl. Diponegoro 05 Swasta 3 20314335 MTSS Al Falah Kuwaron Let. Jend. R. Soeprapto 79 A Swasta 4 20314334 MTSS Al Falahiyah Lajer Swasta 5 20314331 MTSS Al Hamidah Jl. Honggokusuman 98 A Kuwu Swasta 6 20314309 MTSS Al Huda Nglejok Jl. A. Yani 351 Purwodadi Swasta 7 20341051 MTSS Al Imam Pulokulon Pulokulon Swasta 8 20314285 MTSS Darul Ma'arif Ds. Ngraji Swasta 9 20314283 MTSS Darussalam Ds. Kedungrejo Swasta 10 20314282 MTSS Darut Taqwa Purwodadi Jl. Kol. Sugiono III 06 Swasta 11 20314279 MTSS Manba'ul A'laa Jl. Kol. Sugiono Gg 02 No. 19 Swasta 12 20314278 MTSS Manba'ul Huda Jl. Sugiharto No. 88 Ds. Tanggungharjo Swasta 13 20314305 MTSS Miftahul Huda Kuripan Jl. KH. Hasan Anwar No. 15 Swasta 14 20314291 MTSS Miftahul Khasanah Jl. Raya Blora KM. 01 Swasta 15 20314303 MTSS Miftahul Mubtadiin Jl. Masjid No. 06. Desa Tambakan Swasta 16 20314302 MTSS Miftahul Ulum Jl. Raya Kapung Tanggung Ds. Sugihmanik Swasta 17 20314301 MTSS Miftahul Ulum Gg. Kauman No. 37 Dapurno Swasta 18 20314300 MTSS Miftahul Ulum Komplek Masjid Desa Latak Swasta 19 20314299 MTSS Miratul Muslimin Ngambakrejo Swasta 20 20314298 MTSS Nahdlatut Thullab Jl. Majatama Ds. Manggar Wetan Swasta 21 20314297 MTSS Nasyirul Ulum Jl. Purwodadi-Kudus, Brakas-Terkesi Swasta 22 20314296 MTSS Nuril Huda Jl. Maduro No 8 Ds. Tarub Swasta 23 20314295 MTSS Nurul Firdaus Jl. Melati Ds. Manggarmas Swasta 24 20314276 MTSS Nurul Huda Jl. Kauman 01. Tlogorejo- Tegowanu Swasta 25 20341031 MTSS Putera Sunniyah Selo Selo-Tawangharjo Swasta 26 20314117 MTSS Puteri Sunniyah Selo Komplek Makam Ki Ageng Selo Swasta 27 20314115 MTSS ROUDLOTUT THOLIBIN Ngetuk Tanggungharjo Swasta 28 20314116 MTSS Roudlotut Atfal Jl. Raya Rt 08 Rw 01 Krajan Warukaranganyar Swasta 29 20314114 MTSS Sabillurrohman Jl. Kauman 03 Ringinharjo Swasta 30 20314112 MTSS Salafiyah Jl. Kapung Tanggungharjo Ds. Mrisi Swasta 31 20314106 MTSS TARBIYATUL ATHFAL Jl. Blora Km. 3 No. 19 Rejosari Swasta 32 20314109 MTSS Tajul Ulum Brabo-Tanggungharjo Swasta 33 20314107 MTSS Tarbiyatul Atfal Dsn. Jetis Ds. Nambuhan Rt 03 Rw 08 Swasta 34 20314104 MTSS YAFALAH Ginggangtani Swasta 35 20314128 MTSS YPI Kauman Klambu No. 65 Swasta 36 20314103 MTSS Yamida Jono Desa Jono Swasta 37 20314119 MTSS Yarobi Jl. Puger Komplek Masjid Swasta 38 20314134 MTSS Yasi 2 Brati Jl. Kauman I Jangkungharjo Swasta 39 20314132 MTSS Yasis At Taqwa Ds. Pahesan Swasta 40 20314131 MTSS Yaspia Jl. Kauman No. 2B/II Ngroto Swasta 41 20314130 MTSS Yatpi Jl. Jend. Sudirman No. 102 Swasta 42 20314332 MTSS. Al-Fatah Jl. Puntodewo Bologarang Swasta 43 20314289 MTSS. Al-Mu'ayyad 3 Jl. Jendral Sudirman Ds. Tegowanu Wetan Swasta 44 20314286 MTSS. Darul Istiqomah Jl. Bayeman 12 Ds. Sambung Swasta 45 20314290 MTs Al-Ishlah Pulokulon Jl. Raya Pulokulon Swasta 46 20338172 MTs Miftahul Huda Sembungharjo Ds. sembungharjo Swasta 47 20331026 MTs Miftahul Ulum Godong Ds. Latak Swasta 48 20314338 MTs N Wirosari Jl. Kuwu Km. 2 Kalirejo Negeri 49 20338105 MTs Nurul Huda Kalimaro Jln. Kauman no 3 Lukas Kalimaro Swasta 50 20314135 MTs Yasi Kronggen Jl. Mandalika Permas Swasta 51 20341339 MTs. Al Falah Kuwaron Ds. Kuwaron Swasta 52 20314336 MTs. Al-Falah Jl. Raya Solo No 11 Depok Swasta 53 20314330 MTs. Al-Hidayah Genengadal Swasta 54 20314329 MTs. Al-Hidayah Kradenan Jl. Imam Sobari No. 04 Swasta 55 20314328 MTs. Al-Hidayah Wedoro Tanjung Wedoro Swasta 56 20314310 MTs. Al-Hikmah Pulokulon Jl. Danyang Kuwu Pulokulon Swasta 57 20314308 MTs. Al-Ikhlas Sugihan Jl. Raya Godongan Desa Sugihan Swasta 58 20314288 MTs. Al-Wahab Jl. Raya Bago Kuwu Swasta 59 20314287 MTs. Asrorul Islam Ds. Kluwan-Penawangan Swasta 60 20314284 MTs. Darul Ulum Jl. Putat Ds. Putatnganten Swasta 61 20314281 MTs. Fathul Ulum Gabus Jl.Sulursari No. 20 Ds. Pandan Harum Swasta 62 20314277 MTs. Miftahul Falah Jl. Raya Blora KM. 14.7 Swasta 63 20314293 MTs. Miftahul Huda 1 Jl. Pahlawan 32 Tawang Ds. Jambon Swasta 64 20314304 MTs. Miftahul Huda 2 Panunggalan Desa Panunggalan Swasta 65 20314292 MTs. Miftahul Huda Karanganyar Geyer Desa Karanganyar Swasta 66 20314307 MTs. Miftahul Huda Ngrandah Jl. Brantas 02 Ds. Ngrandah Swasta 67 20314306 MTs. Miftahul Huda Pulokulon Jl. Raya Danyang-Kuwu Km 14 Ds. Sembungharjo Swasta 68 20314339 MTs. N Jeketro Jl. Raya Jeketro Negeri 69 20314294 MTs. Nurul Huda Jl. Sendang Coyo Ds Jatiharjo Swasta 70 20314136 MTs. Nurul Ikhsan Gabus,Sulursari Swasta 71 20314205 MTs. Nurul Ikhsan Jl. Sulursari-Ngaringan Ds. Bajarejo Swasta 72 20338106 MTs. Nurul Ikhsan Kradenan Jl. Mangga No. 1C Desa Sengonwetan Swasta 73 20341461 MTs. Sabilurrahman Ringinharjo Jl. Kauman 03/22 Swasta 74 20314113 MTs. Salafiyah Kalanglundo Kalanglundo Swasta 75 20338107 MTs. Subulussalam Ngaringan Swasta 76 20314108 MTs. Tarbiyatul Athfal Kenteng Desa Kenteng Swasta 77 20314105 MTs. Tsamrotul Huda Jl. Raya Danyang Kuwu Swasta 78 20314129 MTs. YPI Boloh Jl. Kemuning No. 1 Boloh Swasta 79 20314118 MTs. Yapim Ds. Ngeluk, Jl. Purwodadi-Semarang Km 11 Swasta 80 20314120 MTs. Yasemi Jl. Raya Karangrayung Swasta 81 20314133 MTs. Yasin Wates Jl. Kauman No. 1 Wates Swasta 82 20338109 SLB B Danyang danyang Swasta 83 20331027 SMP AL FIRDAUS Swasta 84 20313806 SMP AL ISLAH JL HASAN ANWAR Swasta 85 20313807 SMP AL ISLAM PAKIS KRADENAN JL.RAYA KUWU - PAKIS Swasta 86 20331028 SMP Al - Islam Grobogan Jl. R.Patah 138 -Grobogan Swasta 87 20331029 SMP Al Islam Wirosari Wirosari Swasta 88 20313808 SMP At Taqwa Jl. Raya-Tuko Wirosari No. 7 Swasta 89 20331030 SMP At-Taqwa Pulokulon Pulokulon Swasta 90 20338110 SMP BL Tanggungharjo Jl. Kenangan 7 Swasta 91 20313821 SMP DR Soetomo Karangrayung Jl. Raya Karangrayung Swasta 92 20338112 SMP Fathul Maarif Ds. Banyu Urip Swasta 93 20313820 SMP ISLAM JL. PENCOL.NO2 TRUWOLU Swasta 94 20313819 SMP ISLAM

Pretoria Time